Breaking News:

Vaksinasi Covid19

Dana Asing Dikhawatirkan Kabur Bila Kasus Covid-19 di Indonesia Terus Naik

Percepatan proses vaksin Covid-19 juga sangat penting dilakukan untuk menekan kasus Covid-19.

Christof STACHE / AFP
Ilustrasi: Seorang petugas kesehatan mengisi jarum suntik dengan vaksin Pfizer-BioNTech COVID-19 melawan virus korona baru di pusat vaksinasi di Freising, Jerman selatan 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Di Indonesia biarpun belum terlihat signifikan tetapi mulai terlihat, tren penurunan kasus harian baru virus Covid-19 sejak awal Februari 2021.

Kebijakan pemerintah pusat melakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan masyarakat (PPKM) di beberapa wilayah Jawa dan Bali dinilai mulai efektif pada periode kedua hingga menekan kasus.

"Tetapi, bila terus diperpanjang PPKM berpotensi menekan perekonomian sektor rill dan membatasi pemulihan ekonomi di 2021," ujar Pengamat pasar modal Hans Kwee, Minggu (7/2/2021).

Sentimen Positif, Stimulus Fiskal Jumbo Amerika Serikat Siap Diteken

Menurut Hansz pemerintah dan masyarakat perlu bekerja sama untuk segera menurunkan kasus Covid-19 baru harian karena banyak negara lain dari awal tahun sudah berhasil melakukannya.

Selain itu, dia menambahkan, percepatan proses vaksin Covid-19 juga sangat penting dilakukan untuk menekan kasus Covid-19.

"Bila kasus terus naik dan vaksin Covid-19 berlangsung lambat dikhawatirkan dana asing bisa bergerak keluar dari pasar keuangan Indonesia," katanya.

Sudah Sembuh dari Covid-19, Dinda Kanya Dewi Senang Bisa Kembali Syuting Sinetron Samudra Cinta

Sementara itu, mulai ada tren penurunan kasus Covid-19 dunia seiring dengan lockdown ketat yang dilakukan banyak negara.

"Amerika Serikat menunjukan tren turun tajam sejak awal tahun 2021. Program vaksin Amerika Serikat juga cukup sukses dibandingkan Eropa dan di kabarkan telah melebihi jumlah orang yang terinfeksi virus Covid-19," pungkas Hans.

Update vaksinasi covid-19

Sementara itu, sejak program vaksinasi Covid-19 dimulai pada 13 Januari 2021, pemerintah sudah menyuntikkan dosis pertama kepada 777.096 (49,66%) penduduk hingga Sabtu (6/2/2021).

Halaman
1234
Penulis:
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved