Kamis, 14 Mei 2026

Lapangan Sepak Bola Pasir Gaok, Lapangan Kampung Kualitas Nasional

Bagi pencinta sepak bola tarkam ataupun tim-tim komunitas bola di Tangerang Raya, lapangan sepak bola Pasir Gaok cukup dikenal.

Tayang:
Penulis: RafzanjaniSimanjorang |
Warta Kota/Rafzanjani Simanjorang
Lapangan Sepak Bola Pasir Gaok, lapangan kampung berkualitas nasional. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG - Bagi pencinta sepak bola tarkam ataupun tim-tim komunitas bola di Tangerang Raya, lapangan sepak bola Pasir Gaok cukup dikenal.

Pasalnya, lapangan kampung ini cukup layak untuk digunakan untuk kompetisi amatir, dan sering mendapat respon positif dari beberapa pesepak bola.

Sebut saja, bek kiri Persita Tangerang, Zikri Akbar yang memuji kualitas lapangan Pasir Gaok meskipun hanya sebatas lapangan kampung.

KISAH Munadi di Lapangan Sepak Bola, Usia 20 Tahun Berhasil Memperkuat Persib Bandung,

"Lapangannya sangat bagus dan rata, enak bermain disana," komentarnya soal lapangan.

Sering disebut lapangan pasga, lapangan ini berada di kampung Pasir Gaok, Desa Palasari, Legok, Kabupaten Tangerang.

Dari pantaun langsung Warta Kota di lapangan pasga ternyata lapangan terbuka, namun ditumbuhi oleh rumput alami sepenuhnya.

Banjir, Lapangan Sepak Bola di Kedung Badak, Kota Bgor Jadi Danau, Masyarakat Mancing di Atas Pohon

Soal panjang dan lebar lapangan, lapangan pasga didesain seperti dengan standar nasional.

Lapangan ini langsung berbatasan dengan kebun-kebun warga serta disamping jalan kampung, sehingga mudah diakses menggunakan kendaraan.

Lapangan pun tampak rata. Saat hujan, hanya ada dua titik genangan air di sudut lapangan, dan dalam sekejab air pun mengalir ke luar. Hal ini karena adanya aliran air yang dibuat oleh pengurus lapangan secara manual.

Melihat dari Dekat Lapangan Sepak Bola Sintesis Wijaya Kusuma di Jakarta Barat

Usut-punya usut, sosok pemuda kampung Pasir Gaok lah yang rutin merawat dan menjaga lapangan pasga.
Bahkan melakukan perawatan seperti pemotongan rumput.

"Lapangan ini dibuat tahun 2010 silam. Dulu ini lahan singkong dan semak belukar. Pemuda dan warga inisiatif membangun lapangan bola sekedar untuk olahraga, pertama seukuran lapangan futsal, lambat laun diperlebar jadi lapangan bola," ucap Adi Kadut, selaku orang yang bertugas untuk mendata tim-tim yang hendak menggunakan lapangan.

Saat dibangun, butuh tiga bulan lamanya rumput alami lapangan tumbuh, pihaknya pun mulai menata lagi bekas-bekas gundukan tanah sehingga rata. 

Antrean Pembeli Kopi 8.000 Kali Lapangan Sepak Bola, Ini Potret Perilaku Pengguna Ovo selama WFH

Tahun 2011, lapangan pasga pun siap digunakan, namun tiang gawangnya masih terbuat dari bambu.

Tahun 2012, baru lapangan sepenuhnya tampak asri.

Dua tahun kemudian, pihaknya semakin menata lapangan dengan baik, bahkan mendapat sumbangan pembuatan tiang gawang oleh salah satu bengkel di desa.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved