Breaking News:

Liputan Khusus

Ade Tertahan di IGD 6 Jam, Kamar Perawatan Pasien Covid-19 Penuh, Ingat Mati Saat Diisolasi

Kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka lebih dari satu juta. Jumlah itu memunculkan kekhawatiran pasien telantar di RS.

Antara/M Rajasa/Harian Warta Kota
Kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka lebih dari satu juta. Jumlah itu memunculkan kekhawatiran ada pasien telantar karena tidak mendapat tempat perawatan di rumah sakit. 

WARTAKOTALIVE.COM, TANGERANG -- Kasus positif Covid-19 di Indonesia sudah menembus angka lebih dari satu juta.

Jumlah itu memunculkan kekhawatiran ada pasien telantar karena tidak mendapat tempat perawatan di rumah sakit.

Ade Kurniawan (30), warga Jatiuwung, Kota Tangerang, satu di antara yang sempat merasakannya. Ade mengaku terkonfirmasi positif sewaktu akan menghadiri sebuah acara, November 2020 lalu.

Saat itu ia dites Swab PCR. Ade lantas melakukan isolasi mandiri di rumahnya. Tapi sewaktu mengisolasi diri, Ade merasa napasnya mulai tersengal-sengal, dada sedikit nyeri.

Baca juga: Jumlah Pemakaman Jenazah Infeksi Covid-19 di TPU Jombang Tinggi, Lahan 2000 Meter Tersisa 40 Persen

Kondisi itu membuatnya bergegas mencari rumah sakit rujukan. Dua rumah sakit yang dihubungi secara halus 'menolak' lantaran sudah penuh. Pihak rumah sakit memprioritaskan pasien dengan gejala yang lebih berat. Baru pada percobaan ketiga Ade mendapat lampu hijau.

Jadilah ia mendatangi rumah sakit yang berada di Kota Tangerang. Tapi ia kembali harus menahan diri. Pasalnya ruang perawatan masih diisi pasien lain. Ade harus menunggu hingga pasien itu diperkenankan pulang.

"Setelah mendapatkan rumah sakit rujukan, saya masih harus menunggu selama 6 jam, ya hampir semalaman lah. Saya menunggu pasien yang rawat inap pulang dulu. Selama menunggu saya di ruang IGD (Instalasi Gawat Darurat) sampai benar-benar mendapatkan kamar perawatan," kata Ade kepada Warta Kota belum lama ini.

Di rumah sakit, Ade menjalani serangkaian pemeriksaan mulai dari cek darah, rontgen thorax (dada). Hasilnya pria beristri perawat ini selain positif Covid-19 juga dinyatakan menderita pneumonia.

Baca juga: SIAP-SIAP! Saat Ini Anies Sedang Kaji Usulan DPR, untuk Lockdown saat Akhir Pekan seperti di Turki

"Aduh, di rumah sakit itu enggak enak, enggak bisa ngapa-ngapain. Diinfus, tiap hari masuk obat, vitamin, antibiotik. Hampir 8 hari saya mengalami perawatan di rumah sakit. Jadi buat yang belum kena agar waspada. Virus ini benar-benar ada," ujar Ade.

"Buat yang masih sehat, tetap menjaga protokol kesehatan, jaga jarak, menggunakan masker, sempatkan mencuci tangan. Kalau enggak sempat cuci tangan, bawa hand sanitizer agar terhindar dari paparan Covid-19," sambung Ade yang berniat melakukan donor plasma konvalesen untuk membantu penyembuhan pasien Covid-19 lainnya.

Halaman
1234
Penulis: Eko Priyono
Editor: Lucky Oktaviano
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved