Breaking News:

Virus Nipah

Epidemiolog Bilang Virus Nipah Berpotensi Besar Jadi Pandemi, Setengah Penduduk Wilayah Bisa Habis

Virus Nipah memiliki potensi menjadi pandemi, dengan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.

Editor: Yaspen Martinus
Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia. 

Dengan pembabatan hutan dan perilaku yang tidak harmonis antara manusia dan alam, katanya, membuat dunia semakin rawan terhadap pandemi.

Baca juga: Ketua KNPI Sebut Abu Janda Musuh Negara dan Sampah Masyarakat, Tuding Ada Beking untuk Rusak NKRI

"Perubahan iklim makin memperburuk situasi," ucapnya.

Ia menjelaskan, di dunia ada sekitar 1,6 juta jenis virus, di mana sekitar 800 ribu virus menyebabkan infeksi.

Namun, manusia hanya baru mengetahui atau meneliti 1 persen virus di dunia, di mana salah satunya ancaman Virus Nipah.

Baca juga: KLARIFIKASI Abu Janda Usai Dipolisikan karena Sebut Islam Arogan di Twitter

Oleh karena itu, ia menegaskan perilaku kehidupan normal baru (new normal) di masyarakat harus dilakukan untuk mencegah bermacam wabah.

Pemerintah juga diimbau mempersiapkan sarana prasarana kesehatan yang memadai untuk mengantisipasi atau mencegah ancaman virus yang dapat menjadi pandemi lainnya.

"Virus Nipah ini salah satu penyakit yang paling ditakuti, karena kombinasi masa inkubasi yang lama dan angka kematian yang tinggi."

"Dapat menyebabkan setengah penduduk wilayah habis jika ini tidak dicegah dari awal," paparnya.

Gejala

Hampir sama seperti Covid-19, dikutip dari laman WHO, infeksi NiV pada manusia menimbulkan gejala dan ada juga yang tidak bergejala.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved