Breaking News:

Virus Nipah

Epidemiolog Bilang Virus Nipah Berpotensi Besar Jadi Pandemi, Setengah Penduduk Wilayah Bisa Habis

Virus Nipah memiliki potensi menjadi pandemi, dengan angka kematian mencapai 40 hingga 75 persen.

Editor: Yaspen Martinus
Peter Hooper/CSIRO/Wikimedia
Virus Nipah yang ditemukan pada paru-paru babi di Malaysia. 

Adapun hewan potensial yang dapat menularkan virus tersebut yakni kelelawar, babi, maupun kotoran hewan, hingga makanan yang terkontaminasi.

"Kelelawar buah jadi host atau inang asli dari Virus Nipah ini," paparnya.

Baca juga: Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo: Dari Dulu Kelemahan Kita Mudah Terpecah Belah

Dicky mengatakan, Virus Nipah memiliki masa inkubasi yang panjang, yakni mencapai satu bulan bagi makhluk hidup yang terindikasi.

Gejalanya pun beragam, ada yang tidak bergejala, hingga menyebabkan gejala infeksi pernapasan, bahkan menyerang otak.

Virus Nipah merupakan satu dari 16 patogen ancaman yang diidentifikasi WHO menjadi ancaman kesehatan dunia, karena berpotensi menjadi pandemi.

Baca juga: Bantah Fatwa Halal Vaksin Covid-19 Sinovac Pesanan, MUI: Kalau Main-main Kita Berani Masuk Neraka

Namun, virus ini belum mendapat dukungan riset untuk mengantisipasi ancaman jika menjadi wabah.

Yang membuat khawatir ketika virus ini menjadi wabah di manusia, belum ada obat yang memadai untuk mengatasinya.

Termasuk, belum adanya vaksin untuk mengatasi pandemi dari Virus Nipah tersebut, walaupun virus ini disebut sudah terdeteksi lama.

Baca juga: Ketum Rabithah Alawiyah: Pak Sigit Bangun Jembatan Putus, Selama Ini Ulama Melihat Polri Songong

"Belum ada obat yang bisa meng-handle penyakit ini, yang tentunya akhirnya bisa menyebabkan situasi menjadi buruk," paparnya.

Dicky mengatakan, masuknya dunia ke era pandemi salah satunya disebabkan oleh perilaku manusia sendiri yang mengabaikan keseimbangan alam.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved