Politik Jakarta
Kembali Serang Anies, Dewi Tanjung Sebut sebagai Gubernur Tak Becus Kerja: Lebih Baik Pecat Aja
Dewi Tanjung menyebut Anies Baswedan sebagai gubernur yang tidak becus dalam bekerja lantara kasus corona di DKI Jakarta masih tinggi.
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA-- Politisi PDI Perjuangan, Dewi Ambarwati alias Dewi Tanjung kembali memberikan komentar tidak sedap terhadap kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.
Kali ini, Dewi menyebut sebagai gubernur yang tidak becus dalam bekerja lantara kasus corona di DKI Jakarta masih tinggi.
Serangan Dewi Tanjung ini bersamaan dengan ramainya bahasan tentang Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur, Ali Lubis yang meminta Anies mundur dari jabatannya terkait kasus corona.
Dalam akun Instagramnya, Dewi juga menyindir langkah Anies dalam menata kawasan.
Baca juga: Abu Janda Kembali Jadi Sorotan, Sebut Islam Agama Pendatang yang Arogan, Tengku Zul Ngadu ke Wapres
"DKI ternyata dipimpin samamanusia ngga becus kerja. Corona makin tinggi di DKI, eeehh dia sibuk menggambar.. Lebih baik pecat aja Gubernur seiman yang ngga becus kerja ini," tulis Dewi Tanjung di akun Twitternya, dikutip pada Rabu (27/1/2021).
Dewi juga menyingung soal pemakaian anggaran Pemprov DKI Jakarta yang ia anggap tidak jelas penggunaannya.
Baca juga: DPC Gerindra Minta Anies Mundur, Ade Armando:Pendukungnya Kini Sadar Sang Gubernur Tidak Berkualitas
Meski demikian, dia tidak merinci lebih lanjut anggaran yang dimaksudkan.
"Pemakaian anggaran dana yang gila-gilaan dan tidak pernah ada kejelasan kegunaan anggaran dana tersebut," lanjutnya.
Baca juga: Nita Thalia Mengaku Ditawari Menjadi Istri Keduanya, Raffi Ahmad sebut Nita Baper: Cuma Bercanda
Baca juga: Rumah Tangga Hancur karena Orang Ketiga, Anita Hara: Suami Saya Lebih Pilih Kuntilanak Pelakor
Pernyataan DPC Gerindra Jaktim
Diberitakan sebelumnya, pernyataan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis meminta Anies mundur dari jabatannya sebagai Gubernur mengejutkan banyak pihak.
Bahkan, ada yang berpeskulasi bahwa Gerindra akan menelikung Anies Baswedan pada pilgub DKI 2022 serta mendorong kadernya maju menjadi calon gubernur.
Meski demikian, pernyataan Ali telah diklarifikasi oleh DPP Gerindra.
DPP Gerindra memberikan teguran kepada Ali terkait pernyataan itu.
Baca juga: Rumah Tangga Hancur karena Orang Ketiga, Anita Hara: Suami Saya Lebih Pilih Kuntilanak Pelakor
Baca juga: Sempat Kritis, Anggota FBR yang Bentrok dengan Kelompok Kei di Bekasi Meninggal Dunia

Sebelumnya Ali meminta agar Gubernur Anies Baswedan mundur dari jabatan gubernur.
Awalnya Ali menyoroti banyaknya peraturan dan ancaman sanksi yang dirumuskan Anies namun tidak mampu meredam penyebaran virus. Bahkan rem darurat pun dilakukan, tapi tetap tak maksimal hasilnya.
Sampai pada akhirnya tersiar kabar Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih koordinasi penanganan covid-19 di Jakarta.
Baca juga: Diserang Ribuan Buzzer Tiap Kritik Pemerintah, Sujiwo Tedjo:Jangan Bikin Kesan Pak Jokowi Antikritik
Alasan pemerintah pusat mengambil alih supaya ada peningkatan fasilitas kesehatan di Rumah Sakit di sekitar daerah penyanggah Jakarta tidak tepat.
Sementara pasien dari luar Jakarta yang datang ke rumah sakit akibat terpapar virus Covid-19 karena banyaknya rumah sakit rujukan di Jakarta sebagaimana Keputusan Gubernur Nomor 492 tahun 2020 tentang perubahan atas Keputusan Gubernur No. 378 tahun 2020 tentang Penetapan Rumah Sakit Rujukan Penanggulangan Penyakit Coronavirus Disease (Covid-19).
Baca juga: Pilkada DKI Tetap Digelar 2022, Apa Benar Bu Risma Siap Jadi Lawan Terkuat Anies Baswedan?
Baca juga: Maling Motor Mengaku Bagikan Duit Hasil Curian untuk Pengemis, Kasat Reskrim: Biar Kayak Robin Hood?
“Terkait hal di mana Anies meminta pemerintah pusat untuk mengambil alih kordinasi Penanganan Covid 19 di Jakarta, menimbulkan pertanyaan besar apakah Anies nyerah lawan Covid-19? Jika seperti itu maka sebaiknya mundur saja dari Jabatan Gubernur,” kata Ali.
Sementara itu, sejumlah pihak yang selama ini kontra terhadap Anies Baswedan menjadikan pernyataan Ali sebagai pembenaran atas apa yang mereka duga selama ini.
Dosen Universitas Indonesia sekaligus ahli komunikasi, Ade Armando bahkan menyebutkan bahwa pernyataan dari Ali tersebut membuktikan bahwa Anies Baswedan tidak punya kualitas menjadi seorang gubernur.
"Bahkan pendukung Anies pun kini sadar bahwa sang Gubernur memang tidak berkualitas," tulis Ade Armando menanggapi pemberitaan soal Ali yang meminta Anies Baswedan mundur.
Baca juga: Strain Covid-19 Inggris Diklaim Sebabkan Lebih Banyak Kerusakan, Termasuk Kematian
Baca juga: China Geser AS soal Penanaman Modal Asing, Hasilkan Miliaran Dolar AS Saat Pandemi

DPP Gerindra tegur Ali Lubis
DPP Partai Gerindra menegur Ketua DPC Gerindra Jakarta Timur Ali Lubis yang meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mundur dari jabatannya.
Ali Lubis meminta Anies mundur karena dianggap tidak mampu menangani Covid-19 di Ibu Kota.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco mengatakan, Ali sudah diperingatkan dan diberikan arahan oleh Wakil Ketua Umum Habiburokhman.
Baca juga: Ratusan Orang Tepergok Dugem di Hotel California Jakpus, Irwandi Ancam Bakal Tutup Permanen
Video: BPBD DKI Jakarta Lakukan Kegiatan Perakitan Ban Dalam, Antisipasi Musim Hujan
Kata dia, apa yang disampaikan Ali merupakan pendapat pribadi bukan mengatasnamakan Partai Gerindra.
“Apa yg disampaikan oleh Ketua DPC Jaktim itu adalah pendapat pribadi, namun memang substansi harus diperhatikan karena kan memang ini soal Covid-19,” kata Dasco di Balai Kota DKI pada Senin (25/1/2021) petang.
Dasco mengatakan, peringatan yang diberikan kepada Ali baru sebatas lisan. Sebagai Ketua DPC, Ali dilarang menyatakan pendapat pribadi tanpa koordinasi dengan partai, apalagi Gerindra merupakan partai pendukung Anies Baswedan saat Pilkada 2017 lalu.
Baca juga: Desak Definitifkan Jabatan Wali Kota Jakarta Selatan, Taufik Sarankan Anies Tunjuk Isnawa Adji
Baca juga: Marullah Emban Dua Jabatan Penting Sekaligus, Taufik Minta Anies Pilih Isnawa sebagai Walkot Jaksel
“Tidak boleh menyatakan pendapat pribadi tanpa koordinasi dengan partai karena ini menyangkut hal yang prinsipil,” ujar pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPR RI ini.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Habiburokhman menambahkan, pihaknya telah menegur dan mengingatkan Ali untuk berkoordinasi dengan partai bila berkomentar mengenai Pemprov DKI Jakarta.
Adapun teguran itu merupakan sanksi yang diberikan partai kepada Ali.
“Itu kan sudah kami sanksi dan diingatkan untuk koordinasi dulu,” kata Habiburokhman.
Baca juga: Anies Perpanjang Jam Operasional Dine-In dan Mall hingga Pukul 20.00 Ikuti Pemerintah Pusat
Dua pimpinan tinggi Partai Gerindra, Sufmi Dasco dan Habiburokhman mendatangi Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria.
Mereka datang ke Balai Kota DKI pada Senin (25/1/2021) siang dan pulang pada sore harinya menjelang Maghrib.