Virus Corona Jakarta
Donor Plasma Darah, Menparekraf Sandiaga Uno Sambangi PMI DKI dengan Berlari
Menparekraf Sandiaga Uno menyambangi kantor PMI DKI Jakarta dengan berlari untuk menjalani donor plasma darah, Rabu (27/1/2021).
Penulis: Desy Selviany |
WARTAKOTALIVE.COM, SENEN - Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno datang ke Markas PMI DKI Jakarta dengan berlari.
Ia berlari terlebih dahulu sebelum mendonorkan plasma darah konvalesen Covid-19.
Mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta itu datang menggunakan kaos oranye pada Rabu (27/1/2021) pukul 08.00 WIB.
Video: Penggali Makam Akui Sempat Khawatir Tertular Covid-19
Ia berlari di trotoar Jalan Kramat Raya arah Matraman dan berbelok ke arah Markas PMI DKI.
Setibanya di Markas PMI DKI di Kramat, Senen, Jakarta Pusat, Sandi disambut oleh Ketua PMI DKI Rustam Effendi.
Tanpa berlama-lama, Sandi langsung masuk ke Gedung PMI DKI dengan tetap menjalani sejumlah protokol kesehatan Covid-19.
Baca juga: Update Covid-19 Jakarta, Wagub Riza Patria: Semua Sudah Diatur, Segera Tambah 3 Rumah Sakit Rujukan
Baca juga: TIGA Permintaan IPW ke Listyo Sigit Prabowo Usai Presiden Jokowi Lantik Jadi Kapolri, Apa Saja?
Ia mengganti maskernya yang basah dan melakukan pemeriksaan suhu tubuh.
Masuk ke Gedung PMI DKI, pria yang sudah menjadi penyintas Covid-19 itu diarahkan ke lantai tiga gedung.
Di lantai tiga gedung PMI DKI, Sandi jalani sejumlah pemeriksaan fisik dan wawancara. Usai pemeriksaan ia diberikan sebuah berkas untuk ditanda tangani.
Sekira pukul 08.30 WIB, Sandi diarahkan ke sebuah tempat tidur yang disampingnya terdapat mesin apheresis.
Mesin apheresis adalah mesin untuk memisahkan antara darah merah dan plasma darah pendonor.
Baca juga: PERINGATAN Dini BMKG, Rabu 27 Januari 2021: Akan Ada Hujan Petir Siang Hari di Dua Wilayah Ini
Sandi terlihat cukup tenang saat disuntik oleh petugas PMI. Sepanjang donor, ia terus memakai masker.
Rencananya, donor plasma darah konvalesen yang dijalani Sandi berlangsung selama 30 menit.
Diketahui sebelumnya Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Uno berencana akan mendonorkan plasma darah konvalesen di Markas PMI DKI Jakarta.
Hal itu dipastikan oleh Ketua PMI DKI Jakarta Rustam Effendi saat ditemui Wartakotalive.com di kawasan Kembangan, Jakarta Barat.
Baca juga: Pandemi Tunjukkan Betapa Pentingnya Arti Kehadiran Orang Lain dalam Hidup dan Arti Kebersamaan
Rustam mengatakan pihaknya dihubungi oleh Sandi yang hendak menjadi pendonor plasma darah konvalesen pada Selasa (26/1/2021).
Saat itu juga pihak PMI DKI Jakarta mengambil sampel darah Sandi untuk diperiksa.
Apabila hasilnya cocok maka Sandiaga dijadwalkan mendonorkan plasma darah pada Rabu (27/1/2021) sore.
"Beliau kan pernah positif Covid-19 dan hubungi PMI untuk donor plasma darah. Apabila cocok maka esok akan pengambilan darah. Doakan saja," kata Rustam.
Baca juga: Ingin Lihat, Dengar dan Rasakan Langsung Pemulihan Parekraf, Sandiaga Uno Akan Berkantor di Bali
Rustam menyambut baik inisiatif donor plasma darah yang dilakukan Sandiaga Uno. Sebab kata Rustam saat ini pemenuhan plasma darah di DKI Jakarta masih minim yakni sekira 1.300an plasma.
Padahal diprediksi sudah hampir 500 ribu warga DKI Jakarta menjadi penyintas Covid-19.
Saat ini kata Rustam, permintaan plasma darah ke PMI DKI Jakarta juga meningkat tajam. Terlebih saat Wakil Presiden RI Ma'ruf Amin mulai kampanyekan hal tersebut.
Saat ini uji klinis terapi plasma darah konvalesen masih berlangsung di Kementerian Kesehatan.
Baca juga: Buka Lapangan Pekerjaan, Sandiaga Uno Gandeng Dekranasda Kota Batam Kembangkan Batik Batam
Namun semakin hari hasilnya semakin positif lantaran semakin banyak pasien Covid-19 yang sembuh dari metode terapi tersebut.
Sehingga permintaan plasma darah juga semakin tinggi.
Maka Rustam membuka pintu selebar-selebarnya bagi penyintas Covid-19 yang hendak mendonorkan plasma darah di Markas PMI DKI Jakarta.
Syaratnya hanya pernah menjadi penyintas Covid-19 maksimal tiga bulan dan minimal dua minggu setelah tertular.
Baca juga: Bangkitkan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno Ajak Animator Rangkul Pengrajin Seni Lokal Bergerak Bersama
Selain itu PMI DKI Jakarta juga membuka selebar-lebarnya permohonan plasma darah bagi pasien Covid-19 yang kritis.
Pihak pemohon hanya tinggal hubungi PMI DKI Jakarta lewat nomor telepon yang tertera di Google atau media sosial.
Apabila ada stok plasma darah, pihak PMI DKI Jakarta akan memberikannya. Namun apabila tidak ada maka pemohon plasma darah diharapkan membawa pendonor plasma.
"Jadi lebih baik memang pemohon juga membawa pendonor plasma darah. Karena sampai saat ini stok plasma darah juga kurang," beber Rustam.
Baca juga: Wujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik, Sandiaga Uno Minta KPK Kawal Kemenparekraf
Golongan darah pendonor juga harus cocok dengan darah yang hendak menerima plasma darah.
Selain itu penerima plasma darah akan dikenakan biaya sebesar Rp2 juta. Biaya itu sebagai uang ganti pengolahan donor plasma darah yang memerlukan biaya cukup besar.
Sebab sampai saat ini PMI harus menanggung biaya pengolahan plasma darah secara mandiri. (m24)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/sandi-donor-plasma.jpg)