Breaking News:

Kasus korupsi di PT Garuda

Eks Direktur Garuda Indonesia Sembunyikan Uang Korupsi di Rekening Bank Sejumlah Kerabat

Hadinoto didakwa menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia

Tribunnews.com
Mantan Direktur Teknik dan Pengelola Armada PT Garuda Indonesia (Persero), Hadinoto Soedigno mengenakan rompi oranye usai diperiksa di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (4/12/2020). Di pengadilan hari ini jaksa mendakwa Hadinoto menerima suap dari perusahaan pesawat terbang. Tribunnew/Jeprima 

Wartakotalive.com, Jakarta - Jaksa penuntut umum (JPU) pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendakwa eks Direktur Teknik dan Pengelolaan Armada PT Garuda Indonesia Hadinoto Soedigno mencuci uang hasil suapnya.

Hadinoto didakwa menerima suap terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat dari Airbus S.A.S dan Rolls-Royce P.L.C di PT Garuda Indonesia.

"Menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaan yaitu terdakwa mengetahui atau patut dapat menduga bahwa harta kekayaannya tersebut merupakan hasil tindak pidana korupsi," ujar JPU KPK saat membacakan surat dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (25/1/2021).

Jaksa penuntut menjabarkan, dalam kurun 2009 hingga 2014, Hadinoto menerima fee terkait pengadaan pesawat dan mesin pesawat sebesar 2.302.974,08 dolar AS, 477.540 Euro, dan 3.771.637,58 dolar Singapura.

Hadinoto menggunakan rekening di Standard Chartered Bank Singapura dengan nomor 0319441369.

"Terhadap uang tersebut, Terdakwa dengan tujuan menyembunyikan atau menyamarkan asal-usul harta kekayaannya yang diketahui atau patut diduga berasal dari tindak pidana korupsi, telah melakukan perbuatan-perbuatan sebagai berikut," tutur JPU KPK.

Perbuatan pertama, Hadinoto mentransfer uang hasil suap menggunakan rekening miliknya ke rekening milik beberapa anggota keluarganya yaitu Tuti Dewi, Putri Anggraini Hadinoto, dan Rulianto Hadinoto.

JPU KPK berujar, Hadinoto mentransfer 130.000 dolar Singapura ke rekening milik Tuti, 18.724,50 dolar Singapura ke rekening milik Putri Anggraini Hadinoto, dan 30.000 dolar Singapura ke rekening milik Rulianto Hadinoto.

Perbuatan kedua, Hadinoto mentransfer uang senilai total 2.200.000 dolar Singapura ke beberapa rekening di Standard Chartered Bank Singapura atas nama Hadinoto Soedigno.

JPU menyatakan, selain rekening nomor 0319441369, Hadinoto memiliki 8 rekening di Standard Charterd Bank Singapura yang dibuka dalam kurun 6 Juni 2011 sampai 9 November 2015.

Halaman
12
Editor: Bambang Putranto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved