Kolom Trias Kuncahyono
Jangan Sampai Lupa
Kita jangan sampai bernasib seperti Azerbaijan dan Armenia dua negara bekas Uni Soviet, yang berkonflik.
II
Memang, kita tidak bisa memungkiri bahwa masih saja ada orang-orang, pihak-pihak yang berpikiran sempit, mungkin juga picik yang terus berusaha mengingkari kemajemukan bangsa kita ini.
Baca juga: Kepala LIPI: Kemajemukan Indonesia Harus Jadi Energi Konstruktif Bukan Destruktif
Ingat, pada Oktober 1928, para pemuda dari berbagai wilayah yang sekarang bernama Indonesia ini, bersumpah: Satu Nusa, Satu Bangsa, Satu Bahasa.
Puncak sumpah itu adalah Proklamasi Kemerdekaan Indonesia, 17 Agustus 1945.
Maka dalam suatu pidatonya pada tahun 1947, Bung Karno mengatakan, “Apakah kita hendak mendirikan Indonesia Merdeka untuk sesuatu orang, sesuatu golongan?… Sudah tentu tidak!…bukan negara yang demikian itulah kita punya tujuan. Kita hendak mendirikan suatu negara ‘semua buat semua.’
Seperti yang dikatakan Bung Karno, Indonesia adalah “untuk semua”; semua yang beragam.
Baca juga: Ini Alasan Mengapa PSBB Lebih Tepat Dibanding Karantina Wilayah, Sebab Masyarakat Indonesia Majemuk?
Itu artinya, Indonesia bukan hanya untuk “yang mayoritas” entah itu dalam suku, agama, etnis, serta budaya. Tetapi, Indonesia adalah juga untuk “yang minoritas” dalam segala hal.
Indonesia juga bukan hanya untuk mereka, misalnya, yang berkulit kuning atau coklat, atau putih saja.
Tetapi Indonesia juga untuk mereka yang berkulit sawo matang dan juga hitam. Indonesia untuk mereka yang berambut lurus, ikal, dan juga keriting.
Indonesia juga bukan hanya untuk mereka yang bermata belok, bulat, besar, tetapi juga yang bermata sipit.
Dengan kata lain, bangsa Indonesia bukanlah bangsa yang beridentitas tunggal.
Baca juga: Ini Kunci Kehidupan Komika Arie Kriting yang Penuh Perbedaan dan Kemajemukan Budaya
Identitas bangsa Indonesia adalah beragam. Indonesia adalah plural. Majemuk.
Pluralisme adalah pangakuan dan jaminan terhadap keanekaragaman dalam berbagai hal etnik, budaya dan agama yang khas bagi bangsa Indonesia, dari Sabang sampai Merauke, dari Angas sampai Rote.
Bukankah itu indah. Bangsa kita bagaikan pelangi, beraneka ragam begitu indah.
Kemajemukan bangsa ini adalah anugerah yang diberikan Tuhan, yang tidak mungkin kita ubah.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/kolom-trias-2301.jpg)