Rabu, 22 April 2026

Vaksinasi Covid19

Banyak Perusahaan Minta Vaksinasi Covid-19 Mandiri, Jokowi: Kenapa Tidak?

Menurut Jokowi, jika vaksinasi covid-19 mandiri direalisasikan, merek yang akan digunakan kemungkinan berbeda dari vaksin yang digratiskan pemerintah.

Penulis: Mochammad Dipa | Editor: Mohamad Yusuf
Wartakotalive.com/Mochammad Dipa
Presiden Joko Widodo (Jokowi) memberikan sambutan dalam acara 11th Kompas100 CEO Forum yang dilakukan secara virtual, Kamis (21/1/2021). 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) juga mengatakan, bahwa Pemerintah Indonesia membuka peluang penyelenggaraan vaksinasi Covid-19 secara mandiri.

Banyak pengusaha di Tanah Air yang meminta agar vaksinasi bisa digelar mandiri sehingga biayanya ditanggung perusahaan.

"Banyak dari perusahaan bertanya kepada saya, Pak bisa nggak kita vaksin mandiri? Ini yang baru kita akan putuskan, karena kita perlu mempercepat, perlu sebanyak-banyaknya (vaksinasi) apalagi biaya ditanggung perusahaan sendiri, kenapa tidak,” ungkap Jokowi saat acara 11th Kompas100 CEO Forum yang dilakukan secara virtual, Kamis (21/1/2021).

Baca juga: Dilantik Sebagai Sekda DKI, Ini Daftar Harta Kekayaan Marullah Matali

Baca juga: Diduga Lelah Terima Aduan Warga yang Tak Dapat Bansos, Jadi Penyebab Dipotongnya Dana BST Kemensos

Baca juga: Lowongan Kerja di Jakarta Smart City DKI, Gaji Terbesar Rp 23 Juta, Banyak Posisi, Cek di Sini

Menurut Jokowi, jika vaksinasi mandiri direalisasikan, merek yang akan digunakan kemungkinan berbeda dari vaksin yang digratiskan pemerintah.

Ada kemungkinan pula vaksinasi dilakukan di tempat yang berbeda dengan yang telah pemerintah tentukan.

Namun demikian, Jokowi menegaskan bahwa hal ini masih menjadi wacana dan belum diputuskan. 

"Tetapi sekali lagi, harus kita kelola isu dengan baik,” ucapnya.

Sementara, Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama mengingatkan para pemimpin perusahaan bahwa vaksin Covid-19 ditujukan untuk seluruh kelompok masyarakat dan tidak dapat mendahulukan golongan ekonomi tertentu.

 “Saya yakin para CEO ingin dapat akses lebih dulu dan Anda mampu untuk dapat itu, tetapi tolong pikirkan seluruh rakyat Indonesia, karena tidak ada gunanya juga kita disuntik, kalau yang lain tidak,” ujarnya.

Baca juga: Crazy Rich Surabaya Menangkan Gugatan 1,1 Ton Emas dari PT Antam, Ini Kronologi Awal Mula Kasusnya

Baca juga: Airin Sebut, Penyintas Covid-19 di Kota Tangerang telah Donor Ratusan Kantong Plasma Konvalesen

Baca juga: Profil dan Jejak Karier Marullah Matali, Putra Betawi yang akan Dilantik Sebagai Sekda DKI Hari Ini

Indonesia pesan 600 juta vaksin

Saat ini, pemerintah Indonesia telah mengamankan sekitar 600 juta dosis vaksin bagi 188 juta orang. Artinya, sudah lebih dari 150 persen mencukupi target.

“Sampai sekarang kita sudah memiliki secure commitment delivery sekitar 300 juta vaksin, dan kita juga memiliki opsi delivery, jadi produksinya sudah firm, tapi deliverynya masih opsi sekitar 300 juta vaksin. Jadi kita sudah memiliki coverage 600 juta vaksin atau sekitar 150 persen dari targetnya kita,” ujar Budi.

Budi menambahkan, 600 juta vaksin tersebut berasal dari produsen yang berbeda.

Misalnya adalah Sinovac dari China, AstraZeneca dari Inggris, Pfizer dari Amerika Serikat dan Jerman, serta Novavax dari Amerika Serikat.

“Jadi empat yuridiksi secara geo politik juga kita lebih nyaman narasinya, empat sumber berbeda dengan teknologi berbeda juga. Saya ingin sampaikan bahwa Indonesia termasuk salah satu negara yang berhasil mensecure jumlah vaksinnya dengan cepat dan aman,” ucap dia.

Menurut Budi, Indonesia cukup beruntung dapat mengamankan vaksin sebesar itu.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved