Virus Corona Jakarta

Hingga saat Ini Tidak Ada Efek Samping dari Vaksinasi Covid-19 di Jakarta, Begini Kata Wagub Ariza

Program vaksinasi Covid-19 sudah berjalan sekitar seminggu, menurut Wagub DKI Riza Patria hingga saat ini tidak ada efek samping.

Warta Kota/Desy Selviany
Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, tidak ada efek samping dari vaksinasi Covid-19. Foto ilustrasi: Seorang perawat dapat vaksinasi Covid-19 di RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur. Saat ini, sudah ada 2.012 tenaga kesehatan di Jakarta Barat yang mendapat vaksinasi virus corona. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Genap delapan hari sejak pelaksaan vaksinasi Covid-19 disuntikkan ke lengan orang nomor satu di republik ini, Presiden Jokowi, hingga saat ini tidak ada efek samping dari vaksin Sinovac.

Sebagaimana diketahui, tanggal 13 Januari 2021 menjadi hari pertama dimulainya program vaksinasi Covid-19 di Indonesia.

Dan orang pertama yang diberi vaksin Sinovac adalah Presiden Jokowi, kemudian berturut para pejabar negara, dan para figur publik di Istana Merdeka.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria mengatakan, hingga saat ini tidak ada efek samping dari vaksinasi Covid-19 di Jakarta.

"Pak presiden, para gubernur, bupati, wali kota dan para tokoh sudah melaksanakan, memberikan contoh dan teladan. Sejauh ini vaksin yang diberikan tidak masalah, tidak ada efek samping," kata Riza di Balai Kota Jakarta, Selasa (19/1/2021).

Riza berharap, dengan telah dan sedang dilakukan vaksinasi tahap pertama untuk tenaga kesehatan dan para pejabat, proses vaksinasi berikutnya bisa berjalan lancar.

Baca juga: Tenaga Kesehatan Kota Depok Mulai Melaksanakan Vaksinasi Covid-19 di Puskesmas Kedaung Sawangan

Baca juga: Jokowi Dorong Vaksinasi Covid-19 Massal, Pakar Kesehatan: Bukan Satu-satunya Jalan Keluar Pandemi

Terlebih orang yang sudah disuntik vaksin Sinovac akan disuntik kembali untuk kedua kalinya dalam selang waktu 14 hari.

"Mudah-mudahan bisa lancar, vaksin kedua dan seterusnya seluruh warga yang memang berhak dan harus divaksin bisa segera mendapatkan," kata Riza.

Vaksinasi Covid-19 di Jakarta tahap pertama ditargetkan kepada 131.000 tenaga kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan DKI Jakarta.

Setiap penerima akan diberikan dua dosis vaksin Covid-19 dalam selang waktu 14 hari sehingga dibutuhkan kurang lebih 262.000 vaksin Sinovac untuk penyuntikan tahap pertama bagi tenaga kesehatan.

Baca juga: Di Tengah Program Vaksinasi Covid-19, Menko Airlangga Yakin Indonesia Pimpin Ekonomi ASEAN

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta Widyastuti mengungkapkan, Pemprov DKI Jakarta baru mendapatkan 120.040 vaksin Sinovac dari pemerintah pusat dan sedang disuntikan kepada 60.000 tenaga kesehatan dan 20 tokoh publik.

Widyastuti mengungkapkan pihaknya masih menunggu tambahan vaksin Covid-19 karena DKI Jakarta masih membutuhkan 142.000 vaksin Sinovac untuk disuntikan kepada 71.000 tenaga kesehatan pada tahan pertama ini.

"Sesuai ketentuan bapak presiden, program vaksinasi Covid-19 menjadi tanggung jawab pemerintah (pusat)," ujar Widyastuti beberapa waktu lalu.

Pemprov DKI Jakarta menargetkan 7.610.198 warga DKI diberikan vaksin Covid-19 sehingga kekebalan komunal (herd immunity) bisa tercapai. Setelah 131.000 tenaga kesehatan, kelompok berikut yang menjadi penerima vaksin adalah pelayan publik dengan jumlah sekitar 500.000 orang.

Baca juga: Sudah Keluarkan Anjuran, MUI Takkan Terbitkan Fatwa Wajib Vaksinasi Covid-19

Pemprov DKI juga sudah menyiapkan 488 faskes terdaftar di P-Care BPJS sebagai tempat pelaksanaan vaksinasi Covid-19 yang mencakup RSUD, RS vertikal/TNI/Polri, RS swasta, Puskesmas dan klinik pemerintah atau swasta.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved