Kesehatan
Gizi Seimbang Kunci Perkuat Daya Tahan Tubuh Hadapi Covid-19
Pencegahan penularan virus corona juga dilakukan dengan cara memperkuat imunitas seperti mengonsumsi gizi seimbang.
Penulis: LilisSetyaningsih |
Apalagi saat masa pandemi, menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh kuat menjadi penting untuk mencegah terkena Covid-19.
"Imun yang baik membutuhkan gizi seimbang dari beragam jenis makanan, karena satu jenis makanan tidak bisa memenuhi gizi lainnya," ujarnya.
Kebutuhan gizi tiap orang berbeda-beda. Tergantung jenis kelamin, usia, berat badan, tinggi badan, aktivitas fisik yang dilakukan, sedang sakit atau sehat.
Individu sakit dengan penyakit tertentu misalnya sakit jantung, gula, ginjal kebutuhan gizinya beda dengan individu sehat.
Krisnugra juga mengomentari masyarakat yang berlomba-lomba memburu suplemen untuk menghindari Covid-19.
"Kalau sudah mengikuti pedoman gizi seimbang tidak perlu mengonsumsi suplemen yang berlebihan, secukupnya saja," ujarnya.
Baca juga: 8 Mitos Nutrisi Paling Sering Beredar di Media Sosial, Ini Fakta-faktanya Berdasarkan Penelitian
Baca juga: Kebutuhan Nutrisi Tercukupi Mencegah Penularan Virus Corona pada Anak
Suplemen diperlukan bila kondisi tidak fit, pola makan kurang baik, tidak beraneka ragam.
Tenaga kesehatan yang selalu terpapar Covid-19 karena merawat pasien, perlu diberi suplementasi vitamin dan mineral untuk mendukung daya tahan tubuhnya.
"Tapi bila di rumah saja dengan makanan yang bervariasi dan menganut gizi seimbang, suplementasi biasanya tidak perlu,” ujarnya.
Dampak yang ditimbulkan bila terlalu banyak mengonsumsi suplementasi padahal dari makanan sudah cukup, tubuh akan membuang sehingga percuma saja mengonsumsi suplemen.
Untuk mengetahui apakah kebutuhan gizi tiap orang yang paling mudah menghitung indeks massa tubuh (body mass index/BMI).
Secara sederhana menghitung BMI adalah membagi berat badan dibagi tinggi badan.
Normal bila angkanya antara 18,5 – 22,9, bila kurang dari 18,5 artinya berat badan kurang, bila lebih dari 23 artinya berlebih, bahkan bila diatas 30 masuk obesitas.
Baca juga: Padat Aktivitas, Anak Muda Milenial Perlu Jaga Nutrisi yang Seimbang dengan Minuman Ini
Baca juga: Pengaruh Minuman Bernutrisi Buat Pria dan Cara Konsumsinya
“Di masyarakat sudah terbentuk bahwa cantik itu langsing mindset itu terbentuk terutama pada remaja putri, sehingga akhirnya melakukan diet yang terjadi biasanya kekurangan zat besi."
"Langsing bagus tapi terpenting sehat. Berat badan dan tinggi badan harus sesuai,” kata dokter dari RSU Persahabatan ini.
Sebaliknya pada ballita juga terbentuk mindset gemuk lebih baik. Padahal seperti orang dewasa, berat badan dan tinggi badan sesuai lebih baik.
Menurutnya, bila konsumsi harian telah memenuhi gizi seimbang ditambah aktivitas fisik yang cukup, kebutuhan nutrisi akan terpenuhi sehingga daya tahan tubuh bisa optimal.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/makanan-bernutrisi12410.jpg)