Aplikasi

Banyak yang Sarankan Berhenti Pakai WhatsApp, Pendiri Signal Justru Minta Sebaliknya, Mengapa?

Meski mengakui 'ketiban untung' dengan kebijakan WhatsApp yang bikin kontroversi, pendiri Signal tak menyarankan pengguna meninggalkan WhatsApp.

Screenshot/thenewsminute.com
Brian Acton, pendiri Signal. Acton yang juga pendiri WhatsApp bersama Jan Koum, sebelum dibeli Facebook, tidak menyarankan para pengguna meninggalkan WhatsApp. 

Menurut laporan The Verge, setelah dipromosikan oleh Elon Musk, Signal kebanjiran pengguna baru sehingga membuat server mereka kepayahan dalam mengirimkan kode verifikasi untuk pengguna baru.

Bukan cuma Elon Musk, pada 2016 lalu, whistleblower fenomenal, Edward Snowden juga "mempromosikan" Signal.

Baca juga: Dampak Pemberlakuan PPKM Hari Ini, Rupiah Ditutup Melemah 105 Poin

Baca juga: Ini Daftar 10 Saham Termahal di Lantai Bursa Efek Indonesia 2021, IHSG Diproyeksi Meningkat

Menengok Signal

Lalu, apa sebenarnya aplikasi Signal?

Signal adalah aplikasi perpesanan sebagaimana WhatsApp.

Aplikasi ini bisa diunduh di platform Android maupun iOS dan tersedia pula untuk versi desktop.

Baca juga: Ini Daftar Ponsel yang Sudah Tidak Bisa Menggunakan Whatsapp Pada Tahun 2021

Baca juga: Cara Mengetahui WhatsApp Disadap Orang Lain, Aksi Penyadapan WhatsApp Bisa Langsung Dihentikan

Seperti WhatsApp, Signal juga bisa digunakan secara gratis dan terenkripsi.

Antarmuka aplikasi ini hampir serupa dengan WhatsApp, termasuk fitur-fitur di dalamnya.

Tak heran, sebab pembuatnya adalah orang yang sama.

Signal dikembangkan oleh Signal Foundation dan Signal Messenger LLC.

Signal Foundation adalah lembaga non-profit yang didirikan oleh founder WhatsApp, Brian Acton pada tahun 2018, setelah dirinya hengkang dari Facebook Inc.

Berbeda dengan WhatsApp, Signal dikembangkan dengan model swadaya.

Pengguna bisa menjadi donatur untuk Signal Foundation yang menyebut ingin mengembangkan layanan komunikasi yang mengutamakan privasi.

Privasi

Dirangkum dari Cnet, agak sulit mengalahkan Signal dalam urusan privasi.

Aplikasi ini disebut tidak menyimpan data penggunanya sama sekali.

Hal ini juga diungkap Forbes yang memaparkan perbandingan metadata dari berbagai aplikasi perpesanan, seperti WhatsApp, iMessage, Facebook Messenger, dan Signal.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved