Kolom Trias Kuncahyono

Begawan Ciptaning

Kata Ciptaning adalah gabungan dua kata: “cipta” yang berarti pikiran/hati dan “ning” yang artinya hening atau wening atau bening.

Istimewa
Ilustrasi: Begawan Ciptaning 

Ia mengatakan bahwa selama tapa-brata, kewajiban dunia sebagai manusia dan kewajiban spiritual sebagai ciptaan Hyang Kuasa, tetap dijalankan secara seimbang. Manusia tidak bisa hanya mengejar nilai duniawi tetapi melupakan kewajiban spiritualnya.

Bukankah orang hidup harus berusaha selalu menjaga harmoni alam, harus selalu menyelaraskan jagad, menyeimbangkan antara yang sekala (yang kelihatan) dan yang niskala (yang tidak kelihatan).

Terciptanya keseimbangan ini, akan melahirkan kesejahteraan lahir dan batin.

Resi tua itu badar, kembali ke wujud aslinya yakni Bathara Indra, yang kemudian menghadiahi pusaka panah pasopati kepada Arjuna.

Pasopati simbol keteguhan dan kerendahan hati.

Setelah itu—godaan ketiga—muncul seekor babi hutan yang mengamuk.

Tanpa banyak pertimbangan Arjuna memanah babi hutan itu.

Tetapi pada saat yang sama, melesat panah lain yang juga mengenai babi hutan itu, lalu muncullah seorang pemburu tua yang segera mengklaim panahnyalah yang mengakhiri hidup babi hutan itu.

Terjadilah perdebatan antara Arjuna dan pemburu tua, yang mendadak menjelma menjadi Dewa Siwa.

Dewa Siwa lalu memerintahkan Arjuna untuk pergi ke kahyangan untuk membunuh raja raksasa Niwatakawaca.

Niwatakawaca tewas oleh pusaka pasopati. Arjuna dihadiahi bidadari untuk dinikahi. 

III

Iliustrasi: Istimewa

Sekali lagi, kisah dalam Kakawin Arjunawiwāha  menegaskan arti dan makna kata “ciptaning” yakni  menyucikan diri, membersihkan hati dan pikiran dari nafsu dan masalah duniawi, mengendalikan mulut atau menjaga ucapan agar tidak menyakiti perasaan orang lain, memupuk budi luhur dan mengembangkan sifat ksatria.

Akan tetapi, hal-hal semacam itu kini diabaikan. Sementara orang, termasuk atau bahkan utamanya elite politik dan tokoh masyarakat, lebih mengikuti kecenderungan trivialisme.

Yakni kecenderungan sibuk dengan hal-hal kecil yang kurang penting, hal-hal remeh-temeh, yang kurang atau bahkan tidak  memberikan manfaat bagi mayoritas orang, masyarakat banyak.

Sumber: WartaKota
Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved