Breaking News:

Ekonomi

Revisi Laporan Keuangan Unaudited Kuartal 2 dan 3, Laba Bersih PT Itama Ranoraya Naik 70% Tahun 2020

Revisi Laporan Keuangan Unaudited Kuartal 2 dan 3, Laba Bersih PT Itama Ranoraya Naik 70% Tahun 2020

Editor: Dwi Rizki
KOMPAS/PRIYOMBODO
Ilustrasi aktivitas di bursa saham 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Itama Ranoraya (IRRA), emiten yang bergerak dalam bidang peralatan dan perlengkapan medis berteknologi tinggi (HiTech Healthcare Solutions) menyampaikan klarifikasi terkait revisi laporan keuangan kuartal 2 dan kuartal 3 tahun buku 2020. 

Klarifikasi tersebut diungkapkan Direktur Keuangan PT Itama Ranoraya, Pratoto Raharjo merujuk laporan keuangan yang sebelumnya telah disampaikan kepada Bursa Efek Indonesia pada tanggal 26 November 2020. 

Dijelaskannya, sesuai dengan usulan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), revisi dilakukan terhadap laporan keuangan perseroan, yakni laporan keuangan unaudited kuartal 2 dan kuartal 3 tahun buku 2020. 

Substansi revisi berupa dikeluarkannya keuntungan atau unrealized kenaikan harga saham hasil buyback dari pos pendapatan lain-lain. 

Sehingga pasca revisi terjadi perubahan (penurunan) terhadap nilai laba bersih perseroan untuk laba kuartal 2 dan kuartal 3 dibandingkan nilai laba bersih sebelum revisi.

Pratoto menambahkan, langkah revisi tersebut merupakan langkah perbaikan yang dilakukan perseroan untuk memenuhi standar akutansi.

Dalam perbaikan laporan, pihaknya telah menjalankannya proses revisi sesuai dengan ketentuan pasar modal.

Baca juga: Tolak Logo Tim Persitara Diubah, Kantor Askot PSSI Jakarta Utara Ditempeli Poster Penolakan

“Dengan implementasi revisi tersebut, laporan keuangan yang dipublikasikan telah mencerminkan laporan keuangan perusahaan unaudited yang sesuai dengan kaidah yang berlaku,” jelas Pratoto dalam siaran tertulis pada Rabu (13/1/2021).

Hasil dari perubahan laba bersih di kuartal 2 maupun kuartal 3 setelah revisi tersebut, dipaparkannya tidak mempengaruhi target pencapaian perseroan yang telah disampaikan sebelumnya. 

"Perlu kami informasikan kembali, bahwa pada tahun 2020, laba bersih kami tumbuh 70% - 80% dibandingkan laba tahun 2019 yang hanya sebesar Rp33,2 miliar," jelas Pratoto.

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di RSU Kota Tangsel Berlangsung 2 Sesi Setiap Hari Kerja

“Jadi tidak ada keterkaitan antara hasil revisi pencatatan dengan realisasi pencapaian kinerja,” paparnya. 

Terkait hal tersebut, dirinya menyesalkan adanya isu miring yang menyebut pelaksanaan revisi terhadap laporan keuangan tersebut dilakukan secara tersembunyi. 

Baca juga: John Kei Didakwa Pasal Pembunuhan Berencana, Kuasa Hukum Sebut GodFather of Jakarta Itu Sudah Tobat

Sebab perseroan diungkapkan Pratoto telah melakukan kewajiban yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan tercatat (emiten) terkait keterbukaan informasi. 

"Kami juga sudah melaksanakan konsekuensi dari revisi tersebut sesuai dengan ketentuan regulator," jelasnya.

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved