Pilpres AS

Nasib Donald Trump di Ujung Kekuasaan, Ditinggal Orang Dekat dan Terancam Dilengserkan Paksa

Menyusul demo ricuh di Capitol Hill yang menelan korban jiwa, nasib Presiden Donald Trump di ujung kekuasaannya dipertanyakan.

BBC.com
Pilpres AS Donald Trump vs Joe Bidden 

Deretan orang dalam presiden ke-45 AS itu juga mulai mundur satu per satu.

Baca juga: Kongres Kemenangan Joe Biden, Gedung Capitol AS Ricuh Didemo, Donald Trump Minta Pendukungnya Pulang

Terbaru, Mick Muvalney, kepala staf Trump, keluar pindah sebagai utusan untuk Irlandia Utara, lapor televisi CNBC.

Menurut Muvalney, satu per satu kepergian orang dekat Trump bisa diikuti eksodus lainnya sebelum pelantikan Biden pada 20 Januari.

"Bagi mereka yang memutuskan bertahan, dan saya sudah berbicara dengan sebagian dari mereka, memilih bertahan karena khawatir presiden bisa memasukkan orang yang lebih buruk," katanya dikutip dari AFP.

Baca juga: Hasil Rapat Kongres AS yang Dipimpin Wapres Mike Pence Sahkan Kemenangan Joe Biden

Sebelumnya pada Rabu (6/1/2021), Wakil Penasihat Keamanan Nasional Matt Pottinger sudah mengundurkan diri, diikuti Stephanie Grisham, juru bicara ibu negara Melania Trump.

Trump sendiri tidak bisa marah-marah di media sosial seperti biasanya karena diblokir oleh Facebook, Twitter, dan Instagram.

Sampul muka Grup Facebook pendukung Donald Trump Stop The Steal. Baru sehari dibikin Grup Facebook ini langsung beranggotakan lebih dari 300.000 orang. Dihapus karena isinya mendelegitimasi Pilpres AS dan berpotensi kekerasan.
Sampul muka Grup Facebook pendukung Donald Trump Stop The Steal. Baru sehari dibikin Grup Facebook ini langsung beranggotakan lebih dari 300.000 orang. Dihapus karena isinya mendelegitimasi Pilpres AS dan berpotensi kekerasan. (daily mail)

Baru kali ini ada presiden dengan kasus begitu. 

Sampai 20 Januari Trump masih memegang semua kendali di AS, mulai dari kode rudal nuklir hingga tombol merah di meja Oval Office untuk memanggil kepala pelayan membawakan Diet Coke kesayangannya.

Baca juga: Trump Belum Alihkan Tugas Kepresidenan ke Mike Pence, Penasihat Presiden Sampaikan Kekhawatiran

Dalam dua minggu ke depan, sebagaimana dianalisis AFP, kekacauan demi kekacauan masih berpeluang terjadi.

Seperti yang sudah digembar-gemborkan Trump sejak kalah pemilu AS pada November lalu, dia tidak benar-benar percaya harus angkat kaki dari Gedung Putih.

Lalu, jika memang dia harus lengser, Trump kerap "mengancam" akan balas dendam pada pilpres Amerika Serikat 2024.

Potensi Trump 2.0 ini membuat capres lain dari Partai Republik jadi khawatir karena pebisnis yang pernah main film Home Alone itu pastinya akan jadi yang terdepan. 

Baca juga: Ini Foto-foto dan Video Detik-detik Wanita Pendukung Donald Trump Tewas Ditembak di Gedung Capitol

Padahal, senjata-senjata politik yang dilancarkannya akhir-akhir ini berbalik menyerangnya sendiri.

Terlepas dari kerusuhan Capitol Hill, ada fakta memalukan lainnya bahwa Trump gagal mencegah dua calon Senat Republik kalah di Georgia, sehingga harus merelakan kendali Kongres jatuh ke tangan Demokrat.

Halaman
123
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved