Gosip Artis
Nia Ramadhani Harus Dioperasi, Ini Penyebabnya
Nia Ramadhani Harus Dioperasi, Ini Penyebabnya. Simak selengkap-lengkapnya di dalam berita ini.
"Benar guys," ucap Ayu Dewi.
Lebih lanjut, istri Ardi Bakrie mengaku baru mengetahui jika anak bisa berbeda golongan darah dengan orang tuanya.
"Gue baru tahu ya ternyata kalau istri A terus suami B, ternyata anaknya bisa AB dan O mungkin," imbuh Nia Ramadhani.
Hal ini disadari Nia ketika anaknya berbeda golongan darah.
Baca juga: Pengusaha Tempe Mogok Buntut Meroketnya Harga Kedelai, Komisi IV DPR Beri Masukan ke Pemerintah
"Suami gue itu B, terus gue A. Nah anak gue itu ada yang golongan darah AB atau O gitu. 'Ini anak siapa?'," ujar Nia Ramadhani.
Kendati demikian, Ibunda Mikhayla ini mencari tahu informasi perbedaan golongan darah tersebut memang bisa terjadi.
"Ya ternyata bisa terjadi. Jadi yaudah," ucap Nia Ramadhani.
Adapun Menurut Kepala Bagian SMF Instalasi Kedokteran Forensik RSUP Sanglah , dr Ida Bagus Putu Alit SpF, seorang anak yang berbeda golongan darah dengan golongan darah kedua orangtuanya belum bisa dikatakan bukan merupakan anak biologis (kandung) kedua orangtuanya itu.
Untuk mengetahui apakah anak dan orangtua tidak memiliki hubungan biologis, jelas Alit, tidak cukup hanya dilihat dari hasil pemeriksaan golongan darah saja.
Baca juga: Intip Suasana Mewah Rumah Baru Cut Meyriska dan Roger Danuarta, Terdiri dari 4 Lantai dan Punya Lift
Hubungan darah antara anak dan orangtua hanya dapat diketahui dengan melakukan pemeriksaan atau tes DNA.
Baca juga: Gisella Anastasia Diperiksa di Polda Metro Jaya Hari Senin Pagi Ini, Ada Kemungkinan Ditahan?
"Ada sistem rumus golongan darah. Kalau ayah bergolongan darah A dan Ibu B, lalu anaknya O, itu masih wajar. Bukan berarti anak itu bukan anak kandung mereka," terang Alit kepada Tribun Bali, Rabu (9/11/2016).
"Pemeriksaan golongan darah itu hanya berupa pemeriksaan antigen saja, sedangkan kalau pemeriksaan DNA membutuhkan sampel DNA anak dan ayah, juga sebagian sampel DNA ibunya," lanjut Alit via telepon seluler.
Tes DNA sebagai pemeriksaan genetika umumnya dilakukan melalui pengambilan sampel darah atau jaringan.
Sebagian besar sampel menggunakan darah dari pembuluh, namun ada juga yang memanfaatkan sampel air liur atau dengan menyeka bagian dalam mulut.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/apa-penyebab-nia-ramadhani-harus-dioperasi.jpg)