Breaking News:

Berita Nasional

Pengusaha Tempe Mogok Buntut Meroketnya Harga Kedelai, Komisi IV DPR Beri Masukan ke Pemerintah

Pengusaha tempe dan tahu mogok buntut meroketnya harga kedelai, begini komentar Komisi IV DPR kepada Pemerintah.

biro setpres
Pengusaha tempe dan tahu mogok buntut meroketnya harga kedelai, begini komentar Komisi IV DPR kepada Pemerintah. Foto dokumentasi: Presiden Jokowi blusukan ke Pasar Bogor, Selasa (30/10/2018), mengecek harga tempe. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Pengusaha tempe dan tahu mogok buntut meroketnya harga kedelai, begini komentar Komisi IV DPR kepada Pemerintah.

Anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan meminta langkah kebijakan yang cepat dan tepat guna mengatasi pangkal persoalan dari aksi mogok produsen tahu dan tempe di berbagai daerah.

Johan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Minggu (3/1/2021), mengaku prihatin atas meroketnya harga kedelai yang berdampak serius terhadap kelangsungan usaha dari ribuan UKM serta terjadinya mogok produksi produsen tahu dan tempe.

Video: Tiga Hari Mogok, Produsen Tempe di Bekasi Timur Mulai Berproduksi Kembali

Menurut dia, lonjakan harga kedelai disebabkan karena ketergantungan dengan impor dan lemahnya tata kelola perniagaan kedelai lokal.

"Saat ini pemerintah harus sadar bahwa ketergantungan impor pasti berdampak serius terhadap stabilitas harga dan ketahanan pangan kita," papar Johan.

Baca juga: Perajin Tempe Mulai Produksi, Namun Tetap Berharap Presiden Jokowi Mengambil Tindakan

Baca juga: Harga Kedelai Diprediksi Pengrajin Tempe Tahu Naik Hingga Akhir Februari 2021

Untuk mengatasi gejolak harga kedelai saat ini, Johan mendorong agar segera memberdayakan para petani kedelai lokal serta mengelola harga jualnya agar tidak kalah bersaing dengan produk impor.

Pemerintah, lanjutnya, diharapkan segera mengambil kebijakan stabilisasi harga kedelai untuk menyelamatkan keberlangsungan usaha dari produksi tahu dan tempe.

"Apalagi pada masa pandemi ini harus ada prioritas untuk membantu ribuan usaha kecil menengah berbasis pemberdayaan produk lokal agar ekonomi nasional segera pulih," ujar Johan.

Ia mengingatkan bahwa realisasi luas panen tanaman kedelai selama 2020 hanya mencapai 40,04 persen dari target yang telah ditetapkan pemerintah.

Baca juga: Pengusaha Tempe Tahu Prediksi Harga Kedelai hingga Akhir Februari 2021

Halaman
12
Editor: Hertanto Soebijoto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved