Breaking News:

VIDEO Perajin Tempe di Jakarta Pusat Mogok Produksi, Protes Harga Kedelai Tinggi

Sejumlah perajin tempe di Kawasan Kampung Sawah, Johar Baru, Jakarta Pusat, gelar aksi mogok berproduksi, protes harga kedelai yang melambung.

Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Murtopo
Istimewa
Pengrajin tempe dan tahu di DKI Jakarta mogok produksi protes kenaikan harga kedelai yang melonjak tajam. 

Rencananya mogok akan berlangsung selama tiga hari sehingga Senin (4/1/2021) para perajin tempe akan kembali berproduksi.

"Namun kemungkinan ada kenaikan di pasar usai aksi mogok ini selesai, karena mau bagaimana lagi harga kedelai juga melonjak," terang pengrajin tempe dari Johar Baru, Jakarta Pusat itu dihubungi Sabtu (2/1/2021).

Kenaikan diprediksi mencapai Rp 500 perbalok tempe ataupun tahu. Kenaikan harga itupun kata Khairun tidak menutup pengeluaran produksi.

Baca juga: Terlalu Mengandalkan Impor, Harga Kedelai Melambung Tinggi, Produsen Tempe-Tahu Mogok Massal

Para perajin tempe dan tahu tidak tega menaikan harga berkali-kali lipat di pasaran mengikuti persis harga kedelai.

Sebab kata Khairun pembeli tempe dan tahu mayoritas adalah warga menengah ke bawah sehingga pihaknya tidak mau membebani rakyat kecil.

Maka dari itu ia berharap Presiden dan DPR RI segera memanggil Menteri Perdagangan RI dan Menteri Pertanian.

Dengan begitu, para cukong-cukong kedelai yang diduga membuat harga kedelai melonjak dapat diberantas.

Saat ini harga kedelai di pasaran dapat mencapai Rp9.500 perkilogram (kg). Padahal umumnya harga kedelai hanya Rp7.000 perkg.

Baca juga: Indonesia Punya 3 Juta Dosis Vaksin Covid-19 Sinovac, Kemanjurannya Minimal Harus 60 Persen

Kenaikan harga mencapai 40 persen itu sudah terjadi sejak sebulan lalu.

Menurut Khairun, kenaikan drastis itu baru terjadi selama tujuh tahun terakhir.

Halaman
123
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved