Breaking News:

Ujaran Kebencian

Istri Minta Maaf, Polisi Tak Kabulkan Penangguhan Penahanan Maheer At-Thuwailibi

Adapun penahanan terhadap Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata diajukan oleh istrinya, Iqlima Ayu, Senin lalu.

Editor: Yaspen Martinus
Instagram@ustadzmaaher_real
Maaher At-Thuwailibi 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bareskrim Polri tak mengabulkan permohonan penangguhan penahanan terhadap Soni Eranata alias Maheer At-Thuwailibi, tersangka kasus dugaan ujaran kebencian.

"Sampai saat ini Bareskrim Polri tidak melakukan penangguhan terhadap tersangka yang disangkakan," ucap Karo Penmas Divisi Humas Polri Brigjen Rusdi Hartono kepada wartawan, Selasa (29/12/2020).

Adapun penahanan terhadap Maheer At-Thuwailibi alias Soni Eranata diajukan oleh istrinya, Iqlima Ayu, Senin lalu.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 Indonesia 30 Desember 2020: Pasien Positif Melonjak 8.002 Jadi 735.124 Orang

"Saya selaku istri dari Ustaz Maheer At-Thuwailibi memohon untuk dibukakan pintu maaf yang sebesar besarnya, kepada Habib Luthfi juga keluarga besar NU, untuk memaafkan suami saya."

"Namanya manusia kan ada khilaf."

"Jadi saya mohon untuk suami saya segera dibebaskan," kata dia.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 76 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Makin Membara, Jakarta Sumbang Dua

Upaya pengajuan penangguhan penahanan pun dilakukan oleh sembilan kiai.

Yakni, Kiai Zaenal Arifin, Kiai Barkah, Kiai Siroj Ronggolawe, Kiai Abd Mudjib, Kiai Saifudin Aman, Kiai Marzuqi, Gus Ismail, Muhammad Rofi'i Mukhlis, dan Gus Mustain.

Bareskrim Polri menangkap Soni Ernata alias Maaher At-Thuwailibi pada Kamis (3/12/2020) dini hari.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 12 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Cuma Ada di Papua dan Nias

Dia ditangkap di salah satu rumahnya di Bogor.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved