Rabu, 15 April 2026

Pemerintahan Jokowi

UPDATE Isu Reshuffle Kabinet: Menteri Agama Diganti, Sandiaga Uno Masuk, Terawan Dicopot

Menurutnya, Presiden telah bertemu sejumlah ketua umum parpol pada akhir pekan lalu.

TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Presiden Joko Widodo didampingi Wapres Maruf Amin mengenalkan jajaran menteri Kabinet Indonesia Maju di tangga beranda Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (23/10/2019). Presiden Joko Widodo resmi melantik 34 Menteri, 3 Kepala Lembaga Setingkat Menteri, dan Jaksa Agung untuk Kabinet Indonesia Maju. 

Nama kementerian tersebut ditulis dengan jelas, sehingga sangat mengganggu konsentrasi kerja para menterinya.

"Ada kabinet, ada lembaga, ada kementerian ini yang sekarang ditulis jelas-jelas."

"Bahwa kalau Kelautan (KKP) dan Sosial (Kemensos) itu sudah pasti, sudah pasti Presiden memilih."

Baca juga: PKB Ungkap 6 Menteri Kabinet Indonesia Maju Bakal Direshuffle, Orang-orang Muda Masuk

"Tetapi kalau yang lain-lain kan ada isunya, ini segala macam itu kan mengganggu."

"Suasana batin manusia ini kan mesti kita baca juga, sementara mereka sangat serius bekerja," tuturnya.

Ali meminta masyarakat menunggu keputusan Presiden dalam melakukan reshuffle.

Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 RI 21 Desember 2020: Pasien Meninggal Tembus 20.085 Orang, 671.778 Positif

Terkait sejumlah nama dan kementerian yang akan menjadi sasaran reshuffle menurut Ali tidak benar.

Kepastian nama-nama menteri yang akan direshuffle akan disampaikan oleh Presiden.

"Tidak ada (daftar nama nama)."

Baca juga: Akankah Polisi Periksa Mahfud MD Soal Kerumunan Rizieq Shihab di Bandara? Ini Kata Bareskrim

"Pokoknya yang tidak keluar dari mulut Presiden, tidak benar," tegasnya.

Ali Mochtar Ngabalin menyatakan, isu perombakan kabinet hanya ramai di luar.

"Di sini (Istana) adem-adem saja," ucapnya.

Baca juga: Ali Mochtar Ngabalin: Suka-suka Presiden, Reshuffle Kabinet Tak Usah Dikaitkan dengan Tanggal Jawa

Terkait rapat antara Presiden Jokowi dan Wapres Maruf Amin pada siang tadi, menurutnya merupakan rapat rutin biasa, tidak dikhususkan untuk reshuffle kabinet.

"Karena kalau mereka menyebutkan pertemuan Presiden dan Wapres dengan waktu yang sangat lama."

"Lah, Presiden bersama Wapres tiap hari pertemuannya ngobrol tentang bangsa dan negara. Jadi biasa saja, tidak ada masalah," bebernya.

Baca juga: BIN Bantah Anggotanya Ditangkap FPI di Megamendung, Munarman: Terserah Sajalah! Bukan Urusan Kita

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved