Breaking News:

Virus Corona

Program Kartu Prakerja Dilanjutkan Tahun 2021 dengan Alokasi Anggaran Dipotong 50 Persen

Pemerintah turunkan anggaran untuk kartu prakerja 50 persen dari sebelumnya. karena disesuaikan dengan kondisi perekonomian

Editor: Dian Anditya Mutiara
dok. Pintaria
Ilustrasi -- peogram Kartu Prakerja akan berlanjut pada tahun 2021 dengan anggaran dipangkas 50 persen 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Akhirnya kartu prakerja gelombang 12 akan dibuka dengan anggaran yang dialokasikan Rp 10 triliun.

Program kartu prakerja berlanjut tahun depan. Anggaran kartu prakerja yang dialokasikan di tahun depan  dipangkas 50 persen atau separuh dari anggaran tahun 2020

Anggaran tersebut lebih rendah dari anggaran kartu prakerja tahun ini yang dialokasikan Rp 20 triliun dan ditujukan kepada 5,6 juta peserta.

"[Anggaran] Disesuaikan dengan membaiknya perkonomian," ujar Deputi Bidang Koordinasi Ekonomi Digital, Ketenagakerjaan, dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Mohammad Rudy Salahuddin kepada Kontan.co.id, Rabu (17/12).

Baca juga: Jadwal Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 12, Berikut ini Persyaratan yang Harus Dipenuhi

Menurut Rudy, diharapkan program kartu prakerja ini secara bertahap akan dikembalikan ke skema awal.

Dimana tujuan program kartu pra kerja untuk meningkatkan kompetensi angkatan kerja, dan tidak ditujukan untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos).

Di tahun 2021, pelaksanaan program kartu prakerja pun masih akan sama seperti tahun ini yang berupa semi bantuan sosial.

Rencananya, dengan anggaran yang dialokasikan, ada sekitar 2,8 juta peserta yang akan mendapat manfaat program ini.

Baca juga: Terjun Langsung Ngajar di Kelas Kewirausahaan Kartu Prakerja, Sandiaga Uno : Perluas Lapangan Kerja

Rudy juga mengatakan, syarat untuk bisa menjadi peserta program kartu prakerja masih sama seperti sebelumnya.

Sesuai Permenko Nomor 11 tahun 2020, kartu prakerja diberikan kepada pencari kerja, pekerja yang terkena PHK, pekerja yang membutuhkan peningkatan kompetensi termasuk yang dirumahkan serta pekerja bukan penerima upah dan pelaku usaha mikro dan kecil.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved