Natal dan Tahun Baru
Christmas Trending, Hari Libur Natal Pertama di Irak Hingga Suasana Natal di Eropa Terkait Corona
Hari Natal masih enam hari lagi, namun persiapan dan ucapan mary christmas sudah trending di twitter. Di Irak, Natal tahun ini jadi hari libur
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Hari Natal masih enam hari lagi, namun persiapan dan ucapan mary christmas sudah trending di twitter.
Terutama di negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Kristen, yakni Amerika Serikat dan negara-negara Eropa.
Masalahnya, libur Natal tahun ini masih terkait dengan pandemi virus corona.
Perayaan pun dipastikan tak lagi semeriah tahun-tahun sebelumnya dimana belum ada ancaman penyakit mematikan itu.
Libur Natal Pertama di Irak
Yang cukup unik adalah laporan perayaan Natal di Irak dimana hari Natal di negara tersebut untuk pertama kalinya ditetapkan sebagai hari libur.
Baca juga: Covid-19 Depok, Wali Kota Depok Imbau Perayaan Natal Secara Virtual
Baca juga: Penyesuaian Layanan KAI Commuter di Masa Angkutan Natal dan Tahun Baru
Seperti dilaporkan Vaticannews, Pemerintah Irak telah menyatakan Natal sebagai hari libur "satu kali" pada tahun 2008.
Tetapi pada tahun-tahun berikutnya ketentuan ini tidak secara resmi diperbarui di tingkat nasional, dan hanya berlaku di Provinsi Kirkuk.
Kemudian, pada 2018 kabinet pemerintah menyetujui amandemen Undang-Undang Hari Libur Nasional, salah satunya Hari Natal.
Nah, pada tanggal 17 Oktober 2020, Kardinal Louis Raphael Sako, Patriark Babilonia dari Khaldea, turun tangan.
Baca juga: Kapan Presiden Jokowi Umumkan Menteri Pengganti Edhy dan Juliari? Kemungkinan Tanggal Ini
Ia telah mengajukan proposal kepada Presiden Irak Barham Salih untuk mempresentasikan di Parlemen sebuah RUU untuk mengakui Natal sebagai hari libur umum di seluruh Irak.
Presiden Salih telah menekankan peran komunitas Kristen dalam pembangunan kembali negara, setelah bertahun-tahun pendudukan jihadis di Mosul dan wilayah besar Irak utara.
Dan hari Natal tahun ini pun akhirnya ditetapkan sebagai hari libur Nasional.
Beberapa hari lalu BBCIndonesia menuliskan kebijakan perayaan Natal di sejumlah negara.
Umumnya terkait pembatasan perayaan agar penyakit itu tak meledak jumlahnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/warga-irak-berdoa-s.jpg)