Selasa, 14 April 2026

Berita Video

VIDEO BPOM Sidak Hypermat Kembangan Jelang Natal dan Tahun Baru, Ada Tahu Siomay Berformalin

Makanan mengandung formalin itu terdapat pada tahu siomay di salah satu tenant mall di Kembangan, Jakarta Barat.

Penulis: Desy Selviany | Editor: Ahmad Sabran
Wartakotalive/Desy Selviany
BPOM DKI Jakarta sidak pangan yang dijual Kamis (17/12/2020) di Hypermart Lippo Mall Puri Kembangan, Jakarta Barat. 

Safriyansyah mengatakan bahwa sidak pangan akan dilakukan BPOM DKI sampai akhir tahun 2020.

Sidak ini dilakukan agar masyarakat Jakarta tetap aman dalam mengkonsumsi makanan menjelang natal dan tahun baru.

Sebab jelang hari besar keagamaan, umumnya jumlah konsumsi dan permintaan akan pangan bertambah di tengah masyarakat.

Ciri makanan berformalin 

Formalin dilarang untuk digunakan dalam makanan, sebab bersifat racun. Meski begitu, masih saja ada makanan berformalin di pasaran.

Sebenarnya untuk apa itu formalin?

Formalin merupakan larutan tidak berwarna dengan bau yang menyengat. Z

at ini sebenarnya berfungsi untuk mengawetkan mayat, membunuh kuman, pembasmi serangga, pengawet kosmetik, pengeras kuku, dan perekat kayu lapis.

Sayangnya, masih saja ada oknum yang menyalahgunakan formalin untuk mengawetkan makanan. Padahal jika terhirup, uap formalin dalam jangka panjang dapat menyebabkan kanker hidung.

Jika tertelan, formalin dapat menyebabkan rasa terbakar pada mulut dan tenggorokan.

Selain itu penggunaan formalin dalam makanan juga dapat menyebabkan kerusakan jantung, hati, otak, sistem saraf, dan menyebabkan kelainan genetika pada tubuh manusia.

Bagaimana ciri-ciri makanan yang mengandung formalin?

Beberapa contoh produk makanan yang sering dicampur formalin adalah mi basah, tahu, ayam potong, ikan segar, dan ikan asin.

Adapun ciri-ciri makanan yang mengandung formalin sebagai berikut:

  1. Tidak rusak sampai 3 hari di suhu kamar (25 derajat Celcius) dan bertahan lebih dari 15 hari pada suhu lemari es (10 derajat Celcius).
  2. Tercium bau menyengat formalin pada makanan.
  3. Mi memiliki warna yang lebih mengkilap, tidak lengket, dan tidak mudah putus.
  4. Tahu bertekstur agak keras dan kenyal.
  5. Ikan asin tidak rusak sampai lebih dari 1 bulan pada suhu kamar (25 derajat Celcius).
  6. Ayam bertekstur padat dan keras dibanding ayam pada umumnya.
  7. Ikan asin lebih bersih, cerah, dan tidak berbau khas ikan asin.
  8. Ikan segar berformalin memiliki warna insang bukan merah segar tetapi cenderung berwarna merah tua tidak cemerlang, warna daging ikan putih bersih. (m24/dam)
Sumber: WartaKota
Halaman 2/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved