Kamis, 23 April 2026

Kesehatan

Protokol Kesehatan Perawatan Gigi di Klinik saat Pandemi Virus Corona

Pandemi virus corona berlangsung lebih lama dari diperkirakan sehingga tidak bisa lagi menunda untuk melakukan perawatan gigi dan mulut.

Penulis: LilisSetyaningsih |
Istimewa
Ilustrasi pemeriksaan kesehatan gigi saat masa pandemi virus corona harus menerapkan protokol kesehatan dan mengenakan alat pelindung diri. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Penyebaran virus corona atau Covid-19 melalui droplet atau cairan ludah, membuat layanan pemeriksaan gigi  dan mulut paling terpengaruh saat masa pandemi ini.

Pada awal pandemi melanda Indonesia Maret lalu, semua klinik gigi hanya memberikan layanan kedaruratan saja. Sementara kontrol rutin dan estetik, ditangguhkan dulu.

Pandemi virus corona berlangsung lebih lama dari yang diperkirakan sehingga tidak bisa lagi menunda untuk melakukan perawatan gigi dan mulut.

Kontrol gigi saja harus dilakukan 6 bulan sekali. Sementara pandemi sudah berlangsung lebih dari 9 bulan dan belum ada kepastian kapan akan berakhir.

Mau tidak mau klinik gigi dan pasien harus beradaptasi saat kunjungan ke klinik gigi saat masa pandemi ini.

Baca juga: Kesehatan Gigi Anak Down Syndrome Harus Diperhatikan Sedari Dini, Jangan Sampai Terlambat

Baca juga: Resep Tantri Kotak: Biar Tetep Pede saat Berpuasa Jaga Kesehatan Gigi dan Mulut

"Pandemi Covid-19 merupakan hal yang baru sehingga belum ada pengalaman. Kami terus belajar dan buat  penanggulangan," ujar drg Sarah Andini SpOrt dari Klinik  South Dental kepada Wartakotalive.com, Rabu (16/12/2020).

Pada  awal pandemi bahkan ada  instruksi tidak boleh mengerjakan kecuali ada urusan penting.

"Sekarang kami harus bisa melakukan pencegahan terinfeksi Covid-19 tapi tetap melakukan layanan gigi dan mulut," ujarnya.

Dia mengatakan, segala perawatan yang dilakukan saat ini, semua pasien dianggap 'positif' Covid-19.

Oleh karena itu, kehati-hatian dan waspada menjadi fokus baik dokter, perawat, dan karyawan klinik.

Setiap pasien yang berkunjung harus diperiksa suhu tubuhnya dan dikenakan alat pelengkap diri (APD) ketika akan masuk ruang pemeriksaan dan dibuang setelah keluar dari pemeriksaan.

Baca juga: Efek Samping Makanan-Minuman Siap Saji Merusak Kesehatan Gigi

Baca juga: Bau Mulut Saat Puasa? Cek Kesehatan Gigi dan Gusi

Selain itu untuk menghindari penumpukan antrean, juga dilakukan perjanjian lewat telepon lebih dulu.

Setiap ruangan di klinik juga ada alat pembersih udara, dan setiap pergantian pasien, ruangan disemprot alkohol dan disterilisasi menggunakan sinar UV selama 15 menit.

"Pergantian antar pasien perlu 15 menit, karena setiap pasien keluar, ruangan harus disterilisasi dengan sinar UV dan disemprot alkohol selain juga ada pembersih udara," ucap Sarah.

"Kita nggak mau kecolongan terinfeksi, gara-gara ada yang tidak mengaku atau yang tanpa gejala sehingga semua orang kita anggap positif. Agak ribet tapi bentuk waspada dan antisipasi."

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved