Breaking News:

Kesehatan

Kesehatan Gigi Anak Down Syndrome Harus Diperhatikan Sedari Dini, Jangan Sampai Terlambat

Mereka banyak mengalami kerusakan jaringan yang mempengaruhi struktur gigi, mulut atau rahangnya

Special Olympics Indonesia (Soina)
Anak-anak penderita down syndrome menjalani pelatihan perawatan gigi 

Wartakotalive, Jakarta - Gangguan kesehatan gigi anak-anak down syndrome tidak boleh dibiarkan terlalu lama karena akan memperburuk keadaan. Dalam kondisi itu upaya perawatan akan menjadi lebih sulit.

“Setidaknya pada usia setahun kondisi kesehatan gigi dan mulut anak down syndrome sudah diketahui dokter,”ujar drg Olivia Bratanata, SpKGA dalam webinar bertajuk Kelainan Gigi pada Anak Down Syndrome dan Solusinya, Minggu, 19 Juli 2020.

Olivia,yang punya pengalaman luas merawat anak-anak down syndrome (DS) itu, menambahkan bahwa kelainan struktur gigi DS karena kondisi tubuhnya semenjak lahir yang kerap disebut trisomy 21.

Mereka banyak mengalami kerusakan jaringan yang mempengaruhi struktur gigi, mulut atau rahangnya.

Sebagian nampak memiliki rahang bawah yang lebih panjang. Sebagian lagi jumlah giginya lebih sedikit ketimbang seharusnya.

Keadaan itu tentu membutuhkan perawatan dan kebersihan gigi terus-menerus.

Orangtua dituntut untuk cermat mengajarkan anak mereka memiliki kebiasaan gosok gigi dan menjaga kebersihan. Bagi anak DS yang bersifat koorperatif tentu lebih mudah.

Menurut Olivia, bila sampai usia 3 tahun kondisi gigi dan mulut belum diketahui kemungkinan gangguan sudah berkembang lebih jauh. Rasa sakit yang diderita sulit diungkapkan oleh anak down syndrome karena kelemahan mereka dalam berkomunikasi.

Bila kondisinya buruk, dokter gigi mesti melakukan pengamatan dengan cermat untuk menentukan tindakan.

Dokter Gigi Olivia Bratanata, SpKGA, berpengalaman menangani problem gigi penderita down syndrome
Dokter Gigi Olivia Bratanata, SpKGA, berpengalaman menangani problem gigi penderita down syndrome (Special Olympics Indonesia (Soina))

Tak tertutup kemungkinan tindakan yang semestinya ditempuh menjadi sulit dan akhirnya tidak bisa dilakukan karena keadaan anak yang bersangkutan.

Diskusi webinar ini merupakan kerja sama antar beberapa organisasi difabel yang dikoordinasi oleh Special Olympics Indonesia (Soina) dan didukung oleh Portadin (Persatuan Orang Tua Anak Disabilitas Intelektual), PPDI (Persatuan Penyandang Disabilitas Indonesia) dan Kids Dental Care and Orthodontic Clinic.

Kegiatan diikuti para orangtua dengan anak down syndrome dan disabilitas intelektual.

“Saya harap kegiatan ini memberikan tambahan informasi kepada para orangtua (yang anak-anaknya dalam kondisi berkebutuhan khusus," ujar Desyana Fatimah, Direktur Keluarga dan Atlit Muda, Pengurus Pusat SOina, sebagaimana dikutip dalam rilis Soina, Minggu, 19 Juli 2020.

Langkah webinar ini diharapkan membuka wawasan dan memberikan informasi terkait kelainan gigi anak down syndrome dan solusinya akan bisa menjangkau keluarga-keluarga yang membutuhkan dan tersebar di seluruh Indonesia.

Mereka pun akan bisa melakukan tukar-menukar pengalaman dengan keluarga lain dalam menangani masalah ini.

Penulis: Bambang Putranto
Editor: Bambang Putranto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved