Minggu, 26 April 2026

Dituduh Dukung Gerakan Radikalisme, Pihak JNE Duga Terkait Harbolnas

Pihak PT Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE) membantah isu perusahaan itu mendukung atau berafiliasi dengan jaringan terorisme atau radikalisme.

Penulis: Junianto Hamonangan |
Wartakotalive.com/Junianto Hamonangan
JNE menggelar konferensi pers di kawasan Pantai Mutiara, Jet Ski Cafe, Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Rabu (16/12/2020), terkait isu dukungan terhadap gerakan radikalisme. 

“Tidak,” tegas Eri.

Hotman pun menantang masyarakat atau mereka yang dapat membuktikan JNE pernah memberi dukungan kepada pihak-pihak tertentu terkait aksi terorisme.

“Mungkin kalau ada yang bisa membuktikan silakan, kita tantang hari ini,” ucap Hotman.

Diduga Persaingan Usaha

JNE menduga isu-isu negatif yang belakangan dialamatkan kepada perusahaan jasa pengiriman barang itu, bagian dari persaingan usaha.

Presiden Direktur JNE Mohammad Feriadi melihat isu terkait perusahaannya yang berkembang belakangan ini, memanfaatkan momentum suhu politik yang sedang memanas.

Namun, ada momentum lain yang tidak kalah penting, di mana pada 12 Desember merupakan hari belanja online nasional yang sangat berdampak bagi perusahaan logistik.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 64 Zona Merah Covid-19 di Indonesia: Jawa Tengah Dominan, Jakarta Sumbang Satu

“Tapi perlu juga saya sampaikan di sini, di Bulan Desember ini ada satu tanggal di mana pada tanggal tersebut, yaitu 12.12, perusahaan logistik pasti akan menunggu tanggal tersebut.”

“Kenapa? Karena pada tanggal tersebut terjadi harbolnas, di mana banyak bisnis online yang melakukan promo-promo,” ucapnya.

Dengan kondisi tersebut, Feriadi mengatakan pihaknya menduga serangan berupa isu-isu negatif dan menyudutkan JNE sebagai bagian dari persaingan usaha.

Baca juga: DAFTAR Terbaru 11 Zona Hijau Covid-19 di Indonesia: Sumatera Utara Sumbang Dua Wilayah

“Kami menduga, sekali lagi kami menduga bahwa ini semua dikaitkan adanya persaingan usaha,” ucap Feriadi.

Mendengar jawaban tersebut, kuasa hukum JNE Hotman Paris Hutapea lalu menimpali pernyataan tersebut.

Hotman menanyakan siapa pihak yang dimaksud itu.

Baca juga: Jokowi: Meskipun Listrik di KPK Padam, Pemberantasan Korupsi Tidak Boleh Padam

“Oh begitu, dikaitkan adanya dugaan persaingan usaha."

"Jadi bapak tahu siapa musuhnya? Biar kita langsung bawakan ke Polda Metro Jaya?” kata Hotman.

Sumber: WartaKota
Halaman 2/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved