Dukung Pendidikan Anak Indonesia, 1.100 Pesepeda Gowes Virtual 300 Kilometer
Tren ini membuat masyarakat mengeluarkan kembali sepeda yang telah lama mereka miliki, dan tak sedikit juga yang membeli baru.
WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Bersepeda kembali muncul sebagai tren olahraga yang dipilih masyarakat, saat pemerintah menetapkan adaptasi kebiasaan baru di tengah pandemi Covid-19.
Aktivitas olahraga satu ini dinilai aman untuk dilakukan oleh masyarakat, untuk menjaga kebugaran dengan tetap menjaga jarak.
Sekaligus, sebagai sarana rekreasi setelah PSBB dilakukan beberapa waktu lalu.
Baca juga: Edhy Prabowo Ditangkap KPK, Arief Poyuono Minta Prabowo Subianto Mundur dari Kabinet dan Gerindra
Tren ini membuat masyarakat mengeluarkan kembali sepeda yang telah lama mereka miliki, dan tak sedikit juga yang membeli baru.
Tak hanya pada aktivitas olahraga, adaptasi kebiasaan baru ini juga terjadi pada dunia pendidikan.
Kegiatan belajar mengajar tidak lagi dilaksanakan secara tatap muka di sekolah, melainkan melalui metode daring.
Baca juga: Pangdam Jaya: Agama Mengajarkan Berkatalah yang Baik Atau Diam, Bukan Mencaci Maki
Berbagai kendala dihadapi oleh berbagai pihak, baik dari sekolah, guru, peserta didik, orang tua, dan anak-anak.
Beberapa di antaranya adalah sarana dan prasarana penunjang pelaksanaan metode daring yang minim, juga keterbatasan jaringan internet, dan listrik.
Saat ini anak-anak dituntut untuk membiasakan diri menjalani pembelajaran jarak jauh.
Baca juga: Edhy Prabowo Diciduk KPK, Wagub DKI Ogah Ikut Campur
Namun, tidak semua anak di Indonesia punya kesempatan yang sama.
Anak-anak yang telah kehilangan orang tua dan berada dalam dampingan SOS Children’s Villages, juga harus menghadapi tantangan untuk bisa belajar.
Melihat fenomena ini, SOS Children’s Villages Indonesia mensinergikan dua aktivitas baru yang muncul di tengah pandemi ini untuk dapat saling melengkapi.
Baca juga: UPDATE Kasus Covid-19 di Indonesia 25 November 2020: Rekor Baru! Pasien Positif Melonjak 5.534 Orang
Aktivitas bersepeda menjadi salah satu solusi dalam upaya untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, agar punya kesempatan mendapatkan pendidikan daring.
Kegiatan bersepeda membawa misi sosial ini dinamakan Bike To Care dan dilakukan secara virtual.
Bike to Care sendiri adalah sebuah bentuk elevasi dari kegiatan olahraga sosial yang diselenggarakan secara rutin dan masif selama 4 tahun ke belakang oleh SOS Children’s Villages Indonesia, yaitu Run To Care.
Baca juga: Pasien Covid-19 di Kabupaten Karawang Tambah 82 Orang, Tiga Pabrik Jadi Klaster Baru
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/bike-to-care-sos-childrens-villages-indonesia.jpg)