Cuaca Gerah Beberapa Hari Terakhir, BMKG Bantah Ada Gelombang Panas, Ini yang Terjadi
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) membantah gelombang panas sedang melanda Indonesia.
Suhu tertinggi pada hari itu tercatat di Bandara Sultan Muhammad Salahudin, Bima, yaitu 37,2C.
Namun, catatan suhu ini bukan merupakan penyimpangan besar dari rata-rata iklim suhu maksimum pada wilayah ini, masih berada dalam rentang variabilitasnya di Bulan November.
Setidaknya, suhu maksimum yang meningkat dalam beberapa hari ini dapat disebabkan oleh beberapa hal.
Baca juga: Pemkot Bekasi Segera Gelar KBM Tatap Muka Lagi, Ketua DPRD: Siapa yang akan Tanggung Biayanya?
Pada Bulan November, kedudukan semu gerak matahari adalah tepat di atas Pulau Jawa dalam perjalannya menuju posisi 23 lintang selatan setelah meninggalkan ekuator.
Posisi semu Matahari di atas Pulau Jawa akan terjadi 2 kali, yaitu di November dan April.
Sehingga, puncak suhu maksimum mulai dari Jawa hingga NTT terjadi di seputar bulan-bulan tersebut.
Baca juga: Arief Poyuono Ungkap Anies Baswedan-Erick Thohir Maju di Pilpres 2024, Juga Prabowo-Rizeq-Shihab
Cuaca cerah juga menyebabkan penyinaran langsung sinar matahari ke permukaan lebih optimal, sehingga terjadi pemanasan suhu permukaan.
Cuaca cerah di Jakarta dalam dua hari terakhir berkaitan dengan berkembangnya siklon tropis VAMCO di Laut Cina Selatan, yang menarik massa udara dan awan-awan.
Sehinggga, menjauhi wilayah Indonesia bagian selatan, dan berakibat cuaca cenderung menjadi lebih cerah dalam 2 hari terakhir.
Baca juga: Ruko Sekaligus Indekos di Tamansari Kebakaran, Bocah Berumur 11 Tahun Tewas, Ini Dugaan Penyebabnya
Sebelumnya, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati mengungkapkan, musim hujan di Indonesia akan dimulai secara bertahap pada akhir Oktober 2020.
Terutama, katanya, dimulai dari wilayah Indonesia Barat, dan sebagian besar wilayah Indonesia diperkirakan mengalami puncak musim hujan pada Januari dan Februari 2021.
"Sebagian besar wilayah diprakirakan mengalami puncak musim hujan pada Bulan Januari dan Februari 2021, yaitu sebanyak 248 ZOM (72,5%)," katanya, dikutip dari laman bmkg.go.id.
• Putri Eks Dirjen Imigrasi Dapat Rp 20 Juta dari Jaksa Pinangki, Ternyata Cuma Jual Beli Suvenir
Pada akhir Maret 2020, BMKG merilis awal musim Kemarau di Indonesia bervariasi, sebagian besar dimulai pada Mei-Juni 2020.
Namun, hasil pemantauan perkembangan musim kemarau hingga akhir Agustus 2020 menunjukkan hampir seluruh wilayah Indonesia (87%) sudah mengalami musim kemarau.
Samudra Pasifik diprediksi berpeluang terjadi La-Nina, sedangkan Samudra Hindia berpotensi terjadi IOD negatif.
• Amien Rais Segera Deklarasikan Partai Baru, Semboyannya Lawan Kezaliman dan Tegakkan Keadilan