Berita Jakarta
Kisah Kemayoran, Bermula dari Bandara Komersil Berubah Jadi Pusat Perdagangan Internasional
Kisah Kemayoran, Bermula dari Bandara Komersil Berubah Jadi Pusat Perdagangan Internasional. Bagaimana Nasibnya Kini?
Penulis: Budi Sam Law Malau | Editor: Dwi Rizki
WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI - Jauh sebelum Bandara Soekarno-Hatta di Cengkareng dan Bandara Halim Perdanakusuma di Cililitan dibangun, gerbang Nusantara berada di Kemayoran, Jakarta Pusat.
Bandara Kemayoran yang berada di jantung Ibu Kota telah menjadi pintu utama, bahkan menjadi bandara internasional pertama di Nusantara.
Kisah itu disampaikan Direktur Perencanaan dan Pembangunan PPK Kemayoran, Riski Renando.
Diungkapkannya, Bandara Kemayoran mulai dibangun sebagai bandara komersial oleh pemerintah kolonial Belanda sejak 1934 dan resmi dibuka pada tanggal 8 Juli 1940 silam.
Pesawat DC-3 Dakota milik perusahan penerbangan Hindia Belanda Koninklijk Nederlends Indische Luchvaart Maatschapij (KNILM) menjadi pesawat pertama yang mendarat di Bandara Kemayoran.
Baca juga: Istri Macron Disandingkan Monyet, UAS Tidak Berani Komentar, Khawatir Mobil Esemka Diboikot Perancis
Pesawat itu diungkapkan Riski terbang dari lapangan udara Cililitan yang sekarang menjadi Bandara Halim Perdana Kusuma.
"Pada masa ini, banyak penerbangan yang masuk ke Indonesia, menjadikan Kemayoran sebagai salah satu saksi berbagai kegiatan penting dan bermanfaat bagi nusa dan bangsa seperti konferensi perdamaian maupun perjanjian internasional," kata Riski pada Kamis (5/11/2020).
Menjelang pecahnya perang di Asia Pasifik, katanya Kemayoran digunakan untuk penerbangan sejumlah pesawat militer Belanda.
Baca juga: Jokowi Tidak Kunjung Boikot Produk Perancis, Ustaz Abdul Somad Sindir Ekspansi Mobil Esemka ke Eropa
Begitu juga ketikan Belanda kalah perang dan menyerah di tangan Jepang.
Penguasaan Bandara Kemayoran pun jatuh ke tangan pemerintahan Jepang.
Hal tersebut berlangsung hingga Indonesia mendeklarasikan kemerdekaan.
Ketika itu, seluruh bentuk penguasaan tanah, termasuk pengelolaan dan pengembangan Bandara Kemayoran sepenuhnya diambil alih oleh Pemerintah Republik Indonesia.
Setelah dipegang Djawatan Penerbangan Sipil Indonesia, pengelolaan Bandara Kemayoran kemudian diserahkan kepada BUMN yang bernama Perusahaan Negara Angkasa Pura.
Baca juga: Presiden Perancis Dihujat, Anies Rela Gowes Hujan-hujanan Bareng Para Duta Besar Uni Eropa
Seiring dengan pesatnya pembangunan pada masa Orde Lama hingga bergulir ke masa Orde Baru, Bandara Kemayoran semakin ramai.
Penerbangan sipil di area tersebut menjadi sangat sempit, padahal lalu lintas udara meningkat cepat yang mengancam lalu lintas internasional.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/pameran-di-gedung-bekas-bandara-kemayoran-2.jpg)