Virus Corona
Saat Pandemi Virus Corona, Operasi Bibir Sumbing pada Anak-anak Terpaksa Ditunda
Tersenyum menjadi kesulitan tersendiri bagi anak-anak yang mengalami bibir sumbing. Saat ini, operasi bibir sumbing ditunda karena Covid-19.
Penulis: LilisSetyaningsih |
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Senyum itu mudah, dan berkah. Memberikan senyuman atau yang menerima akan mendapatkan kesan positif.
Namun kegiatan sederhana itu menjadi hal sulit bagi anak-anak yang mengalami kelainan celah bibir atau awam menyebut bibir sumbing.
Setiap hari, sebanyak 540 bayi di dunia terlahir dengan celah bibir dan/atau langit-langit, kondisi kesehatan serius yang berpotensi menyebabkan berbagai komplikasi.
Bibir sumbing pada anak dapat menyebabkan kesulitan makan, bernapas, mendengar, dan berbicara.
Baca juga: VIDEO: Rayakan Hari Jadi, Brimob Polri Gelar Operasi Gratis Bagi Pengidap Hernia dan Bibir Sumbing
Baca juga: Rayakan Hari Jadi, Brimob Polri Gelar Operasi Gratis bagi Pengidap Hernia dan Bibir Sumbing
Deasy Larasati, Program Director & Country Manager Smile Train Indonesia mengatakan, pada Oktober 2020 ini diadakan kampanye World Smile Day.
"Kami ingin membawa pesan bahwa senyuman, yang biasa kita lakukan sehari-hari adalah sesuatu yang anak-anak ini masih belum bisa lakukan," ujar Deasy seperti dikutip dari siaran pers, belum lama ini.
Sementara itu, dr Tompi yang juga berkolaborasi dengan Smile Train Indonesia membagikan cerita tentang dedikasi dan perhatiannya terhadap pasien penderita bibir sumbing di Indonesia.
Dokter yang juga penyanyi itu mengatakan, musik dan tarian sebagai salah satu cara manusia mendapatkan kebahagiaan dan tersenyum.
Bahagia dan senyum, kata Tompi, menjadi penting terutama dalam situasi pandemi virus corona karena terbatas beraktivitas.
"Saya sangat senang bisa berkolaborasi dengan Smile Train Indonesia dalam kampanye World Smile Day ini, untuk memberikan kebahagiaan, senyuman, dan harapan," kata Tompi.
"Terutama bagi anak-anak dengan celah bibir dan/atau langit-langit yang saat ini masih belum bisa mendapatkan operasi akibat pandemic Covid-19," ujar pelantun Menghujam Jantungku ini.
Baca juga: Prambanan Jazz Festival 2020 Digelar Virtual, Tompi Terima Tugas Istimewa Ini Selain Bernyanyi
Baca juga: Siapkan Film Selesai Setelah Pretty Boys, Tompi: Jodoh itu Tidak Perlu Ditunggu Tapi Dicari
Smile Train Indonesia telah beroperasi sejak tahun 2002 dan membantu lebih dari 90.000 anak di berbagai daerah di Indonesia.
Anak-anak berbibir sumbing untuk mendapatkan perawatan celah komprehensif aman, berkualitas, dan konsisten, mulai dari operasi hingga perawatan pasca operasi.
Smile Train Indonesia bermitra dengan ratusan rumah sakit dan tenaga medis profesional di berbagai daerah di Indonesia.
Tidak hanya memberikan operasi gratis tetapi juga memberikan pelatihan kepada para perawat dan tenaga medis dalam mendukung perawatan komprehensif bagi anak sumbing bibir dan/atau sumbing langit-langit.
“Situasi pandemi Covid-19 telah menyebabkan tertundanya hampir 3.300 operasi celah bibir dan langit-langit yang didukung oleh Smile Train dan mitra kami," kata Deasy.
Baca juga: Sandi Bagikan Kisah Hendar, Relawan yang Sumbing Kini Bekerja di Perusahaan Multinasional
Baca juga: ARJ Santuni Seribu Anak Yatim & Dhuafa Serta Operasi Bibir Sumbing Gratis