VIDEO Akan Dijadikan Tempat Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Museum Sumpah Pemuda Dipercantik
Tampak petugas Museum membersihkan debu patung anggota pergerakan Sumpah Pemuda, Senin (26/10/2020).
Penulis: Angga Bhagya Nugraha | Editor: Murtopo
WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Peringatan Hari Sumpah Pemuda pada 28 Oktober tahun ini akan jatuh pada Rabu pekan ini.
Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya, Senen, Jakarta Pusat, pun mulai dipercantik.
Tampak petugas Museum membersihkan debu patung anggota pergerakan Sumpah Pemuda, Senin (26/10/2020).
Museum Sumpah Pemuda akan menggelar upacara peringatan pada 28 Oktober 2020 nanti, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.
Baca juga: Peringati Sumpah Pemuda, Pemuda Tangerang Berinovasi Tanam Bibit Sayuran dan Budidaya Ikan Lele
Baca juga: Saat Sumpah Pemuda Dibacakan pada 92 Tahun Silam, Ini Peranan Penting Pemuda Tionghoa
Baca juga: Naskah Sumpah Pemuda Dihasilkan dari Kongres Pemuda 2, Ada Hubungan dengan Sumpah Palapa
Sejarah Museum Sumpah Pemuda di Jalan Kramat Raya
Sementara seperti ditulis oleh Djulianto Susantio, Penulis masalah arkeologi, sejarah, museum, budaya, numismatik, astrologi, dan palmistri, Indonesia memiliki anugerah yang mahabesar, sangat indah, bukan hanya bhineka tapi super bhineka untuk kebudayaan, memiliki mineral/tambang/tanah subur, negara kepulauan terbesar di dunia, dengan sejarah amat panjang.
Ini dimulai dari manusia purba yang disebut Homo erectus (sekitar 1,5 juta tahun yang lalu) hingga Homo sapiens (60.000-70.000 tahun yang lalu). Kita ini keturunan Homo sapiens.
Begitulah pemaparan Pak Harry Truman Simanjuntak, pensiunan Profesor Riset dari Pusat Penelitian Arkeologi Nasional, pada acara serial webinar "Nggosipin Tionghoa Yuk".
Baca juga: Sambut Sumpah Pemuda, Koalisi Aktivis Mahasiswa Indonesia Berbagi di Jakarta Timur
Baca juga: HUT Ke-75 TNI, Pesan Jenderal Gatot Nurmantyo Ingatkan Sumpah Prajurit dan Kobarkan Jiwa Pancasila
Pada serial ke-12 ini temanya "Sumpah Pemuda, Tionghoa Ikut?". Webinar diselenggarakan Senin, 19 Oktober 2020, malam.
Pak Truman kemudian bercerita tentang proses panjang perjalanan manusia purba ke Nusantara melalui empat proses, yakni migrasi, adaptasi, interaksi, dan evolusi.
Dalam masa-masa itu ada penerimaan dan pembaruan kebudayaan sehingga muncul pengayaan kebudayaan.
Penelitian arkeologi, kata Pak Truman, juga mendukung perkampungan-perkampungan awal leluhur Nusantara 4.000-2.000 tahun lalu.
Pada masa selanjutnya terjadi perdagangan yang melibatkan Nusantara. Ketika itu Nusantara berdagang dengan India dan Tiongkok.
Selain itu perdagangan dan pelayaran Nusantara menerima populasi baru dari Timur Tengah dan Eropa.
"Dengan demikian ada perkawinan campur dan percampuran budaya," kata Pak Truman.
Baca juga: Tantangan Sumpah Pemuda di Era Digital Harus Bisa Dijawab oleh Generasi Muda dengan Kreativitas
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/museum-sumpah-pemuda-di-jalan-kramat-raya-senen-jakarta-pusat-1.jpg)