Selasa, 19 Mei 2026

Virus Corona Jabodetabek

Anies Baswedan: Pakai Masker Tanda Menghormati Orang Lain

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengingatkan masyarakat disiplin protokol kesehatan, di ruang publik maupun privat.

Tayang:
Istimewa
Gubernur DKI Anies Baswedan saat diskusi bersama jajaran Pemkot Jakarta Selatan di kantor Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan pada Kamis (22/10/2020). 

"Yang disebabkan adanya libur panjang karena warga Jakarta banyak yang keluar daerah,” kata Ariza, Selasa (20/10/2020).

Karena itu, Ariza mengimbau warganya untuk menahan diri agar tak keluar daerah.

Baca juga: Mahfud MD Sebut Situasi Keamanan Bakal Lebih Kondusif Meski Demonstrasi Tetap Ada

Alih-alih keluar kota memicu kerumunan orang, hendaknya warga tetap beraktivitas di Ibu Kota, terutama di dalam rumah dengan mengisi waktu bersama keluarga.

“Kami mengimbau dan meminta pada libur panjang di akhir Oktober ini, kurang lebih ada libur panjang sampai lima hari."

"Ya sedapat mungkin warga Jakarta tidak keluar kota,” imbau Ariza.

Baca juga: Hari Ini Dibeberkan Mahfud MD ke Publik, Benny Mamoto Yakin Investigasi TGPF Intan Jaya Terpercaya

Menurutnya, warga Jakarta harus belajar dari pengalaman lonjakan kasus Covid-19 pasca-libur panjang beberapa waktu lalu.

Pesan Ariza ini bukan berarti pemerintah daerah lepas tangan bila terjadi lonjakan kasus.

Namun alangkah baiknya, warga menahan diri demi kepentingan bersama.

Baca juga: Meski Sulit, Demokrat Mau Coba Langkah Legislative Review untuk Revisi UU Cipta Kerja

Apalagi, selama ini liburan keluarga tidak hanya diikuti orang berusia produktif saja, namun juga diikuti anak-anak di bawah usia 9 tahun dan orang lanjut usia (lansia) di atas 60 tahun.

Dua kelompok itu, ujar dia, sangat rawan terhadap penularan Covid-19.

Di sisi lain, banyak warga Jakarta yang berstatus orang tanpa gejala (OTG).

Baca juga: Penularan Covid-19 di Kabupaten Bogor Melandai, 3 Kecamatan Kini Masuk Zona Hijau

Mereka tidak menyadari telah terpapar Covid-19 karena tidak merasakan batuk, demam, dan flu.

Namun, keberadaannya membahayakan bagi orang lain yang memiliki komorbid, anak-anak dan lansia.

“Kita harus belajar dari peristiwa dua kali libur panjang di Jakarta ini terjadi peningkatan signifikan."

Baca juga: Usai Kecelakaan, Hanafi Rais Kini Rajin Berzikir dan Baca Buku yang Mengetuk Pintu Langit

"Dan tentu sebagaimana sering kami sampaikan, kalau ada pelonggaran di mana pun itu, artinya potensi orang yang keluar rumah meningkat."

"Potensi orang yang berinteraksi juga meningkat.”

“Kemudian potensi kerumunan juga bisa meningkat, pada akhirnya juga potensi penularan penyebaran bisa meningkat."

"Untuk itu, tempat yang terbaik sebagaimana sering disampaikan Pak Gubernur adalah tetap berada di rumah, kecuali bagi mereka yang mempunya kegiatan penting sekali,” beber Ariza. (Danang Triatmojo)

Sumber: Tribunnews
Halaman 3/3
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved