Omnibus Law

Kisah Gubernur Edy Rahmayadi Dikejar Pedagang dan Dimintai Uang Usai Temui Para Pendemo, Kok Bisa?

Insiden tak biasa mewarnai aksi demo tolak UU Cipta Kerja di kantor Gubernur Sumut, Kota Medan. Gubernur Edy Rahmayadi dikejar pedagang

Editor: Wito Karyono
TRIBUN MEDAN/DANIL SIREGAR
Aksi Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi melompat pagar untuk menemui pengunjuk rasa di Kantor Pemprov Sumut, Medan, Selasa (13/10/2020). Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI Sumut melakukan aksi unjuk rasa untuk menyuarakan penolakan UU Cipta Kerja (Omnibus Law). 

WARTAKOTALIVE.COM, MEDAN -- Insiden tak biasa mewarnai aksi demo tolak UU Cipta Kerja di kantor Gubernur Sumut, Jalan Pangeran Diponegoro, Kota Medan.

Belasan orang terlihat lari mengejar Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi untuk meminta uang.

Mereka adalah para pedagang asongan yang ingin meminta uang pembelian air mineral yang dibagi-bagikan kepada demonstran atas instruksi Gubernur Edy.

Baca juga: Saat Gubernur Sumut Edy Rahmayadi Tampak Kurusan, Netizen Menduga Lelah dan Doakan Selalu Sehat

Baca juga: Tips Yadi Sembako Turunkan Berat Badan dari 75 kg Jadi 65 kg, Yadi Masih Ingin Lebih Kurus Lagi

Belasan pedagang ini berlari hingga masuk ke dalam pelataran parkir Kantor Gubernur,

Sambil berlari, belasan pedagang meneriaki Gubernur Edy Rahmayadi.

"Mana bayaran kami," kata para pedagang saat melihat Edy mulai meninggalkan lokasi masuk ke dalam mobil.

Melihat ini, staf ASN yang berada di lokasi kelimpungan melihat banyaknya pedagang yang mendekatinya untuk meminta uang pembayaran.

Sebelumnya, Edy Rahmayadi meminta pedagang air mineral dalam kemasan untuk membagikan dagangannya kepada massa pendemo yang tergabung dalam Aliansi Nasional Anti Komunis (ANAK) NKRI.

Baca juga: IPW Sebut Penangkapan Aktivis KAMI Cuma Terapi Kejut dan Uji Nyali, pada Akhirnya Semua Dibebaskan

"Tolong itu air mineral (dalam kemasan botol) dibagikan saja," ucap Edy, saat berada di atas mobil komando dengan menggunakan pelantang suara.

Setelah itu, Edy meminta pedagang air mineral kemasan untuk masuk ke dalam Kantor Gubernur mengambil uangnya.

"Bapak bagi, setelah itu bapak masuk ke sana," ucapnya sambil menunjuk kantor Gubernur.

Usai menampung aspirasi pendemo, Edy Rahmayadi pun kembali ke kantornya.

Tak pelak, para pedagang langsung lari mengejar untuk meminta uang pembeliannya.

Baca juga: KATALOG Promo Indomaret 14-20 Oktober Harga Murah Minyak Goreng, Pewangi Pakaian dan Popok Bayi

Lompat Pagar

Halaman
1234
Sumber: Tribun Medan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved