Breaking News:

Demo buruh

VIDEO Pelajar Ikut Demo yang Diamankan Polisi Dipertemukan dengan Orangtuanya, Nangis dan Minta Maaf

Para pelajar dibariskan di depan orang tuanya. Mereka tertunduk malu dan tak berani memandang wajah orang tua yang menjemput mereka.

Penulis: Rangga Baskoro
Editor: Murtopo
Wartakotalive.com/Rangga Baskoro
Seorang pelajar menangis dihadapan ibunya saat dipertemukan usai diamankan Polrestro Bekasi Kota, Jumat (9/10/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, Bekasi Selatan -- Polres Metro Bekasi Kota mengamankan sebanyak 116 (sebelumnya 105) pelajar saat melakukan aksi unjuk rasa di kawasan Bekasi.

Hari ini, Jumat (9/10/2020), polisi mengembalikan mereka kepada orang tuanya setelah 116 pelajar tersebut melakukan rapid test.

Para pelajar dibariskan di depan orang tuanya. Mereka tertunduk malu dan tak berani memandang wajah orang tua yang menjemput mereka.

Setelah nama mereka dipanggil, polisi kemudian menginstruksikan para pelajar untuk menghampiri orang tuanya yang duduk berjajar.

VIDEO Ratusan Warga Datangi Polda Metro Jaya untuk Menjemput Keluarganya yang Diamankan Terkait Demo

Setelah itu mereka diminta untuk meminta maaf kepada orang tuanya atas kesalahan yang mereka perbuat hingga menyebabkan diamankan oleh kepolisian.

Terlihat seorang anak yang langsung menyium kaki orang tuanya. Sambil menangis, ia meminta maaf dan berjanji tak mengulangi kesalahannya.

"Maafin aku ma," kata anak tersebut sambil menangis tersedu di Mapolrestro Bekasi Kota.

Mau Belajar Kelompok, Pelajar SMP Diamankan Polisi Karena Diduga Hendak Ikut Demo

Ibu anak tersebut kemudian sontak meminta anaknya untuk berhenti menyium kakinya. Namun anak tersebut enggan beranjak.

"Jangan begitu nak. Mama juga salah, mama juga minta maaf," ucap ibu tersebut sambil meminta anaknya berhenti.

Kapolrestro Bekasi Kota, Kombes Wijonarko, meminta kepada orang tua agar lebih mengawasi anak-anaknya ketika berada di luar rumah.

Tak Ditemukan Unsur Pidana, Polisi Kembalikan 116 Pelajar yang Diamankan saat Demo Buruh di Bekasi

Terlebih lagi di masa pandemi saat ini, pelajar tak melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka sehingga mereka diwajibkan untuk belajar dari rumah.

"Semoga ini jadi pelajaran bagi Ibu-ibu dan anaknya agar lebih mengawasi dan memantai mereka. Karena saat ini tidak ada belajar di sekolah dan semua kegiatan belajar difokuskan di rumah," ujar Wijonarko.

Setelah itu, para pelajar yang hasil rapid test-nya non-reaktif, dipersilahkan untuk kembali ke rumah bersama orang tuanya. (abs)

Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved