Jumat, 10 April 2026

Para Pemimpin dan Praktisi Robot Kolaborasi (Cobot) Bertatap Muka Secara Online

Para pemimpin dan praktisi Robot Kolaborasi (Cobot) bertatap muka secara online untuk berbagi wawasan mengenai sistem manufaktur

Editor: Agus Himawan
istimewa
Tokoh Terkemuka dan Peserta dari Asia-Pasifik Berkumpul di Acara Robot Universal: “Meet the Cobot Leaders” 

WARTAKOTALIVE.COM - Universal Robots, para pemimpin global robot kolaboratif (cobot) melakukan sesi pertemuan "Meet the Cobot Leaders" atau "Bertemu dengan Pemimpin Cobot” yang pertama di Asia-Pasifik.

Acara ini merupakan sebuah kongres interaktif online siaran langsung yang membahas tentang cobot dan perannya terhadap manufaktur masa depan di seluruh Asia-Pasifik.

Dalam keterangan resmi Kamis (8/10/2020, di acara yang  berlangsung pada  6 Oktober 2020, hadir tokoh cobot terkemuka, Jürgen von Hollen, Presiden Universal Robots; Mr James McKew, Direktur Regional APAC Universal Robots.

Dr Che Fai Yeong, Direktur DF Automation and Robotics and Associate Professor dari Universitas Teknologi Malaysia memaparkan banyak wawasan industri dan juga menjawab pertanyaan-pertanyaan penting dari para praktisi industri dan juga peserta secara online.

VIDEO: Geruduk Kantor DPRD, Ini Tuntutan Aliansi Buruh Kabupaten Bogor

Timnas U-19 vs NK Dugopolje: Garuda Nusantara Sukses di Uji Coba Kedelapan

Dr Yeong menggunakan wawasan yang visioner dan praktis mengenai manufaktur pasca pandemi, dan menjelaskan bagaimana produsen di Asia Pasifik untuk siap menghadapi masa depan. Dr. Yeong, nama yang tak asing lagi terdengar ketika kita membicarakan robotika dan penemuan-penemuan di Malaysia, pemenang lebih dari 100 penghargaan nasional dan internasional, menjadi moderator dalam sesi tersebut.

Pandemi Covid-19 yang terjadi pada tahun 2020 menambah tantangan yang ada dan mendatangkan kerentanan baru bagi produsen di seluruh dunia. Gangguan serius pada rantai pasokan, kekurangan material secara tiba-tiba, dan perubahan permintaan yang tajam, membuat para produsen pun bergulat untuk bisa beradaptasi dengan perubahan.

Manufaktur padat karya sangat terpukul oleh langkah-langkah penanganan Covid-19 oleh pemerintah daerah seperti melakukan pembatasan jarak dan sosial, yang kerap diperpanjang.

COO Bhayangkara FC Sabet Penghargaan Indonesia Awards 2020

Terima Massa Pendemo, DPRD Kota Tangsel Tak Berniat Lanjutkan Aspirasi

Namun, langkah-langkah tersebut memberikan peluang bagi para produsen yang berfokus pada tenaga kerja dan memikirkan kembali operasi mereka, tentang bagaimana caranya untuk menjaga produksi agar tetap berjalan

Seraya mematuhi langkah-langkah dan peraturan yang ada, tanpa mengorbankan efisiensi biaya, juga memikirkan tentang model operasi yang bisa bertahan hingga di masa depan, supaya lebih tahan banting.

Acara yang mempertemukan para tokoh dengan para peserta ini, merupakan ajang pertukaran ide dan pertukaran rekomendasi, dan berlangsung seru dan sarat dengan antusiasme.

“Di Asia-Pasifik, pemilik bisnis dan para operatornya harus benar-benar dapat mengatur biaya, menciptakan nilai, dan keuntungan. Di beberapa daerah yang kisaran harga real estate-nya (perumahan) mahal, seperti Singapura dan kota metropolitan lainnya di dunia, cobot pastinya bisa sangat membantu dalam memaksimalkan ruang. di mana operator manusia dan cobot bisa bekerja bersama-sama untuk mencapai tingkat produksi tertinggi,
sambil mematuhi pedoman jarak fisik (yang diperlukan di tengah pandemi ini), ” kata James McKew, Direktur Regional APAC, Universal Robots.

Rahmad Darmawan Pelatih Madura United Tetap Jaga Fisik dan Permainan Dengan Internal Game

Eskavator Proyek MRT Fase 2 Dibakar Pendemo, kini Pelayanan di 7 Stasiun Ditutup

Cobot-cobot ini telah menjadi alat yang gesit dan sempurna, yang dapat diaplikasikan secara inovatif di seluruh dunia, terutama di pasar ASEAN, yang sedang berkembang. Di mana tingkat adopsi cobot dan robot industri lainnya terus melampaui pasar yang ada di negara-negara Barat yang sudah mapan.

Hal tersebut disebabkan cobot dari Universal Robots, pada saat dioperasikan, tidak lagi memerlukan insinyur profesional atau pengembang perangkat lunak. Siapa pun yang memiliki kemampuan untuk mengoperasikan tablet grafis (seperti iPad dll) sederhana akan dapat memerintahkan dan mengontrol cobot tersebut, setelah
mendapatkan beberapa pelatihan dasar.

Misalnya, cobot sudah bisa diaplikasikan di bidang medis karena krisis Covid-19, untuk aplikasi seperti test swab, sterilisasi, dan desinfeksi secara mobile, termasuk desinfeksi sandaran tangan kursi pesawat yang bertujuan untuk mengurangi kemungkinan cedera dan infeksi pada penumpangnya.

Jubir Satgas Covid-19 Kabupaten Bekasi Sebut Kumpul-kumpul di Ruang Rokok Penyebab Klaster PT Epson

Kemdikbud Buka Kesempatan Jabatan Fungsional untuk Pamong Belajar dan Penilik

“Di dunia yang selalu saja berubah dan tidak stabil ini, tidak mungkin kita bisa dengan mudah memperkirakan tren di masa depan. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan manapun untuk bersikap fleksibel dan gesit. Bisnis dan para pemimpinnya harus memanfaatkan teknologi terbaik yang tersedia, seperti cobot ini, untuk bisa menjadi inovatif, agar dapat secara dinamis menyesuaikan diri dengan situasi dan krisis yang ada sekarang, dan untuk menyesuaikan infrastruktur yang ada, agar memenuhi kebutuhan organisasi dan pelanggan,” kata Jürgen von Hollen, Presiden Robot Universal.

Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved