Jumat, 17 April 2026

Virus Coronoa

Orang Tanpa Gejala Masih Mendominasi Kasus Covid-19

pemerintah daerah sangat terbantu dengan penyediaan Fasilitas Kesehatan Mandiri Kemayoran dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Agus Himawan
www.dshs.state.tx.us
COVID-19 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Dinas Kesehatan DKI Jakarta mencatat, jumlah kasus orang tanpa gejala (OTG) Covid-19 paling mendominasi dibanding pasien gejala ringan dan berat.

Kondisi ini cukup mengkhawatirkan karena mereka tidak menyadari terpapar Covid-19, sehingga bisa menularkan virus tersebut kepada orang yang rentan seperti lanjut usia dan memiliki penyakit bawaan.

“Dari kasus aktif harian per 1 Oktober 2020, tanpa gejala sekitar 53 persen. Jadi, rentang angkanya sekitar 50 persen, dengan tanpa gejala tentu harus kami siagakan (lokasi isolasi terkendali),” kata Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti yang dikutip dari kanal YouTube BNPB pada Kamis (1/10/2020).

VIDEO: Jam 6 Sore Semua Usaha di Bekasi Wajib Tutup, Wali Kota Pepen Sebut Ini Instruksi Presiden

Jelang Musim Hujan PLN Lakukan Beragam Persiapan, GM PLN Disjaya: Pasokan Listrik Jakarta Aman

Widyastuti mengatakan, pemerintah daerah sangat terbantu dengan penyediaan Fasilitas Kesehatan Mandiri Kemayoran (FIMK) dari Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19. Sebab fasilitas tersebut dapat menampung OTG dan bergejala ringan, sehingga mereka tidak menularkan virus tersebut kepada orang lain.

“Kami ada sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah melalui hotel-hotel. Ada tiga hotel yang sudah siap menampung, kemudian di DKI kami juga menyiapkan tiga wisma (JIC; Graha TMII; Graha Ragunan) untuk menampung orang tanpa gejala,” jelasnya.

Berdasarkan data yang dia punya, kasus aktif di Jakarta sampai Kamis (1/10/2020) mencapai 12.340 orang. Sedangkan jumlah kasus konfirmasi positif secara total di Jakarta sampai Kamis (1/10/2020) mencapai 75.521 kasus.

Maknai Hari Kesaktian Pancasila, Benyamin Davnie Minta Masyarakat Disiplin Protokol Kesehatan

Satpol PP Pastikan tidak Halau Warga DKI yang Ingin Cari Hiburan ke Daerah lain Selama PSBB Jilid II

Dari jumlah tersebut, total 61.444 orang dinyatakan telah sembuh dengan tingkat kesembuhan 81,4 persen dan 1.737 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 2,3 persen. Sedangkan tingkat positivity rate atau persentase kasus positif sepekan terakhir mencapai 11,7 prsen.

Sedangkan angka kumulatif sejak Maret mencapai 8,0 persen. “Angka positivity rate sepekan ini memang menunjukkan penurunan dibanding pekan-pekan lalu kami pernah tingkat positivity rate di angka 12; 13; 14 persen,” jelasnya.

Tingkat kesembuhan

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di Ibu Kota mencapai 81,4 persen dengan jumlah 1.737 orang. Angka ini berdasarkan pendataan yang dilakukan Dinas Kesehatan DKI Jakarta sejak kasus ditemukan pada Maret 2020 sampai Kamis (1/10/2020).

Nabil Husein Presiden Klub Borneo FC Kerjasama Dengan Herman Dzumafo Pemilik Pekanbaru United

Ini Pesan Rahayu Saraswati Kepada Pendukungan di Hari Kesaktian Pancasila

Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti membeberkan strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan kesembuhan pasien. Dia menyebut, keberhasilan ini dilakukan berkat kerja sama antara masyarakat, pemerintah dah stakeholder terkait.

“Tentu kerja bersama dari sisi masyarakat, pemerintah atau pentaheliks (gotong royong). Dari masyarakat menerapkan 3M (memakai masker, menjaga jarak aman dan mencuci tangan), pemerintah melakukan 3T (testing, tracing, dan treatment) tentu menyiapkan laboratorium dan SDM juga,” kata Widyastuti yang dikutip dari kanal YouTube BNPB pada Kamis (1/10/2020).

Menurutnya, semakin cepat masyarakat yang terpapar Covid-19 terdiagnosa, tentu semakin cepat ditangani. Dia meminta masyarakat tidak menunda biila memiliki risiko gejala Covid-19. “Kemudian kami menyiapkan treatment-nya tempat isolasi baik mandiri atau rumah sakit,” ujar Widyastuti.

Paulo Sergio Cedera Tulang Belakang Istirahat Selama Empat Bulan

DKI Urutan ke-31 dari 90 Kota yang Alami Inflasi, Ini Tiga Faktor Penyumbang Inflasi

Selama penanganan Covid-19, Widyastuti selalu koordinasi dengan pemerintah pusat dan organisasi profesi. Upaya ini dilakukan untuk memberikan pembekalan kepada timnya dalam mempebarui tata kelola manajemen pasien.

Harapannya tim di rumah sakit maupun puskesmas dapat pembekalan yang cukup. Pembekalan ini bukan cuma klinis medis saja, tapi aspek psiko-sosial.  “Covid-19 ini kan penyakit baru, sehingga aspek psiko-sosial masih jadi hal penting. Supaya yang sakit tetap yakin sembuh dan keluarga ikut menjaga kondisi lingkungan,” jelasnya.

“Termasuk tenaga kesehatan diberikan pembekalan psiko sosial karena jangan sampai mereka merasa sendiri. Artinya dengan bisa menceritakan berbagai masalahnya, mereka memiliki saluran untuk menceritakan emosinya atau gundah gulana yah tentu akan membuat mereka yakin (menangani pasien),” tambahnya.

Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved