Gempa

Penjelasan Potensi Gempa Hingga Magnitude 9,1 dan Tsunami 20 Meter di Selatan Pulau Jawa

Hasil riset ITB yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report pekan lalu mengungkapkan adanya potensi tsunami 20 meter

ANTARA/HO-BMKG
Gempa bumi tektonik berkekuatan 5,0 skala richter mengguncang wilayah Samudera Hindia di Selatan Pulau Jawa pada Kamis (12/3/2020) sore sekitar pukul 15.03 WIB. Hasil riset ITB di Selatan pulau jawa berpotensi muncul gempa besar dan tsunami setinggi 20 meter 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Gempa hingga tsunami selalu menjadi berita mendebarkan di Indonesia.

Bencana itu tak pernah diprediksi, namun kerap terjadi hingga selalu menjadi trending twitter.

Hasil riset para peneliti Institut Teknologi Bandung ( ITB) yang telah diterbitkan dalam jurnal Nature Scientific Report pekan lalu mengungkapkan adanya potensi tsunami 20 meter di selatan Pulau Jawa.

Gandeng China, BMKG Kembangkan 3 Sistem Baru Deteksi Gempa Bumi dan Tsunami, Ini Keuntungannya

Potensi Gempa Megathrust di Selatan Jawa, Gelombang Tsunami 20 Meter Butuh 20 Menit Sampai ke Darat

Salah satu anggota tim peneliti tersebut, Endra Gunawan mengatakan riset ini menggunakan analisis multi-data dari berbagai peneliti.

Ilustrasi Gempa di Pidie Aceh, Rabu (7/12/2016)
Ilustrasi Gempa di Pidie Aceh, Rabu (7/12/2016) (Warta Kota)

Selama ini, sejarah gempa besar di kawasan Pulau Jawa tidak diketahui atau tidak terdokumentasi.

"Pascagempa 2004 di Aceh, beberapa peneliti melakukan pengambilan sampel, atau yang dikenal dengan paleoseismologi, untuk mengetahui sejarah gempa besar di masa lalu di kawasan tersebut," ungkap Endra kepada Kompas.com, Jumat (25/9/2020).

Busyro Muqoddas Akui Masuk Tim Pengacara Bambang Trihatmodjo Terkait Cekal, Coreng Muka Sendiri?

Hasil penelitian tersebut mengungkapkan bahwa gempa besar yang di Aceh pada tahun 2004 lalu, pernah terjadi 600 tahun yang lalu.

 Sedangkan di Jawa, dokumentasi tentang sejarah gempa besar tidak terdokumentasi dan tidak diketahui.

Riset yang dimulai sejak 5 tahun tersebut, mengusulkan pemodelan potensi bencana gempa bumi di zona subduksi di sepanjang selatan Jawa berbasis analisis multi-hazard dan multi-data untuk pengurangan risiko atau mitigasi bencana.

Terkait potensi tsunami dan gempa besar di selatan Jawa, Endra menjelaskan hasil riset itu berasal dari analisis data GPS dan data gempa yang terekam.

Akhirnya Angga Wijaya Berikan Gaji Pertama Sebagai Suami, Dewi Perssik Menangis Terharu

"Catatan gempa besar di pulau Jawa tidak terdokumentasikan, oleh karenanya, kami menggunakan GPS untuk mendeteksi potensi gempa yang dapat terjadi," ungkap Endra.

Berdasarkan data GPS menunjukkan adanya zona sepi gempa.

Artinya, bisa jadi zona itu mungkin hanya terjadi pergerakan pelan-pelan, sehingga gempa tidak terjadi, atau sebaliknya terjadi locking, daerah itu terkunci sehingga tidak dapat bergerak.

"Karena gempa itu siklus, maka ada saatnya di mana di wilayah itu ada pengumpulan energi, lalu akan melepaskan saat gempa," ungkap Endra.

Positif Covid-19, Rudy Susmanto Minta  Tracking Orang yang Kontak Dengannya

Berdasarkan dua aspek studi, yakni menggabungkan data GPS dan data gempa yang saling berkorelasi ini, menyatakan ternyata wilayah Jawa bagian selatan ada potensi gempa di Jawa bagian barat, Jawa bagian tengah dan timur.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved