Breaking News:

Pilkada Serentak

Pilkada Tetap Digelar 9 Desember 2020, Waketum MUI: Apakah Demi Hak Konstitusi, Ribuan Orang Mati?

Menurut Muhyiddin, pihaknya sepakat dengan PBNU dan Muhammadiyah yang konsisten meminta pemerintah menunda pilkada.

Editor: Yaspen Martinus
ISTIMEWA
Pilkada Serentak 2020 

"Apakah kita membiarkan nanti ribuan orang akan meninggal hanya gara-gara kita menyelenggarakan pemilukada?"

"Kita sadar bahwa memilih adalah hak setiap individu warga negara Indonesia, jadi bukan kewajiban," tambah Muhyiddin.

Sekjen PDIP: Pemilu Termasuk Pilkada Bukan Perang Hidup Mati

Menurutnya, mengadakan pilkada dalam kondisi pandemi Covid-19 ini sangat berbahaya.

Dirinya meminta pemerintah mendengarkan aspirasi dari MUI, PBNU, dan Muhammadiyah.

Gerakan ini, menurur Muhyiddin, adalah murni untuk mementingkan jiwa Bangsa Indonesia.

Setiap Tahun Ada 400 Ribu Perceraian di Indonesia, Tugas Penghulu Bakal Bertambah

"Kita betul-betul harus bersama-sama pikirkan nasib bangsa dan negara kalau MUI, Muhammadiyah, dan NU sudah menyampaikan sikapnya."

"Tolong lah didengar. Kita tidak mau apa-apa kecuali untuk menyelamatkan bangsa."

"Tidak ada kepentingan individu dan kelompok," tegas Muhyiddin.

Rizal Ramli: 82 Persen Peserta Pilpres dan Pilkada Dibiayai Bandar

Sebelumnya, Komisi II DPR bersama pemerintah yang diwakili Menteri Dalam Negeri dan penyelenggara Pemilu (KPU, Bawaslu, dan DKPP), sepakat tetap menggelar Pilkada Serentak pada 9 Desember 2020.

Pilkada Serentak 2020 bakal digelar dengan penerapan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 secara ketat.

Halaman
1234
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved