Breaking News:

Pilpres 2024

Rizal Ramli: 82 Persen Peserta Pilpres dan Pilkada Dibiayai Bandar

Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, politik uang begitu kuat dan mendominasi dalam proses pencalonan presiden.

Editor: Yaspen Martinus
TRIBUNNEWS/DANY PERMANA
Ekonom Rizal Ramli berbincang dengan awak Tribunnews.com terkait perkembangan ekonomi Indonesia terbaru di Kantor Redaksi Tribun Network, di Palmerah, Jakarta, Rabu (6/2/2019) 

WARTAKOTALIVE, JAKARTA - Ekonom senior Rizal Ramli mengatakan, politik uang begitu kuat dan mendominasi dalam proses pencalonan presiden.

Hal itu terjadi karena adanya aturan ambang batas syarat pencalonan presiden atau presidential threshold.

Bakal calon diminta membayar sejumlah uang ke partai politik, untuk dapat melenggang sebagai kandidat yang diusung.

SUSUNAN Pengurus Partai Gerindra 2020-2025: Fadli Zon Bertahan, Arief Poyuono Tersingkir

Jika calon tersebut tak memiliki dana, maka mereka akan mencari bandar atau investor politik untuk pembiayaannya.

Praktik jenis ini, kata dia, sudah mendominasi nyaris 82 persen dalam setiap ajang pemilihan, baik itu pemilihan presiden maupun di level kepala daerah.

"Kasus ini bukan unik, hampir terjadi 82 persen di semua pemilihan," kata Rizal dalam sidang Mahkamah Konstitusi beragenda pemeriksaan pendahuluan yang digelar virtual, Senin (21/9/2020).

Mendagri Tak Setuju Ada Konser di Pilkada Serentak 2020, Kampanye Virtual Jadi Peluang untuk EO

"Menurut KPK maupun Pak Mahfud itu terjadi pola begini, calon enggak punya uang, dia cari bandar, dan bandarnya yang membiayai," ungkapnya.

Sebagai gantinya, ketika yang bersangkutan menang, pihak pemodal akan diberikan imbalan berkali lipat. Bahkan, bisa lebih besar dari dana modal yang diberikan.

Kata mantan Menko Bidang Kemaritiman ini, kasus nyata yang bisa dijadikan contoh adalah tertangkapnya Bupati Kutai Timur dan istrinya.

BREAKING NEWS: 352 Karyawan PT Epson Bekasi Positif Covid-19, Operasional Pabrik Ditutup

Ia menyebut keduanya kedapatan terima sogokan dari para bandar hanya Rp 18 miliar.

Halaman
123
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved