Senin, 13 April 2026

Banjir Jakarta

Legislator DKI Ingatkan Eksekutif Tak Pangkas Anggaran Pengendalian Banjir

Legislator DKI Ingatkan Eksekutif Tak Pangkas Anggaran Pengendalian Banjir

Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Dwi Rizki
Warta Kota/Desy Selviany
Kondisi banjir di RT 011 RW004, Kembangan Utara, Kembangan, Jakarta Barat, Selasa (11/9/2020). 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta mengingatkan eksekutif agar tak pangkas anggaran pengendalian banjir tahun 2020.

Pemotongan anggaran pengendalian banjir akibat wabah Covid-19 itu dikhawatirkan malah membuat Ibu Kota kembali dilanda banjir seperti awal tahun 2020.

“Terkait penanganan banjir DKI Jakarta saya selalu mengingatkan bahwa anggaran banjir tidak boleh dikurangi walaupun APBD (anggaran pendapatan dan belanja daerah) serta PAD (pendapatan asli daerah) berkurang,” kata Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta Ida Mahmudah pada Selasa (22/9/2020).

Beroperasi Penuh, Sebanyak 800 HIngga 1.000 Pelanggar Per Hari Tertangkap 57 Kamera ETLE

Ida mengaku, khawatir bila anggaran dipangkas akibat refocusing anggaran Covid-19, malah membuat banjir kembali terjadi di Ibu Kota.

Bencana banjir, kata dia, justru menurunkan imun masyarakat sementara sekarang ada wabah Covid-19.

“Warga yang memang khawatir dengan adanya Covid-19, imun mereka bisa turun begitu terkena banjir. Jadi, penyebarannya (Covid-19) malah makin meluas,” ujar Ida.

Muhamad-Saraswati : Tak Peduli Berapa Nomor Urutnya, Utamanya Visi Misi Kita Untuk Masyarakat

Hingga kini, Ida belum mengetahui secara pasti kegiatan anggaran pengendalian banjir yang dipangkas Pemprov DKI Jakarta.

Namun berdasarkan informasi yang dia terima, anggaran dipangkas untuk membantu penanganan Covid-19.

“Terkait anggaran, sampai sekarang belum masuk ke kami apa saja yang dipotong, tapi katanya memang di internal pemda untuk tidak dilaksanakan. Jadi kami belum tahu apa saja yang tidak dikerjakan atau dipotong,” ungkapnya.

Diduga Cemburu Sama Keponakan, Suami Bacok Istri dengan Golok Hingga Salah Satu Jarinya Putus.

Sementara itu, Kepala Dinas Sumber Daya Air (SDA) DKI Jakarta Juaini Yusuf mengatakan, refucosing anggaran membuat sejumlah proyek pembangunan tertunda.

Awalnya Dinas SDA DKI telah mendapatkan kucuran sekitar Rp 2 triliun lebih, namun dengan adanya refocusing anggaran Covid-19, alokasi dana yang diterima dinasnya berkurang 50 persen.

“Itu turun menjadi sekitar Rp 1,2 triliunan, kemudian dana itu ada di dinas dan sudin-sudin di wilayah DKI Jakarta,” jelas Juaini.

Doni Monardo Bilang Masyarakat yang Tak Keluar Rumah Tetap Bisa Terpapar Covid-19 Gara-gara Hal Ini

Meski sejumlah pembangunan sempat tertunda, namun Juaini memastikan Pemprov DKI Jakarta tetap akan mengerjakan proyeknya.

Sebab Pemprov DKI Jakarta telah mendapat pinjaman dana dari pemerintah pusat melalui PT Sarana Multi Infrastruktur (SMI) senilai Rp 12,5 triliun.

Untuk Dinas SDA DKI Jakarta mendapatkan suntikan dana sekitar Rp 5,2 triliun. Tercatat ada tujuh proyek yang akan dikerjakan dinasnya selama tiga tahun dari dana pinjaman itu.

Polda Metro Jaya Luncurkan Aplikasi Si Ondel, Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Online

Sumber: WartaKota
Halaman 1/2
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved