Minggu, 12 April 2026

Pilkada Serentak

Guru Besar UIN Azyumardi Azra Menyatakan Golput Pada Pilkada Serentak 2020, Ini Alasannya

Terbaru adalah sikap golput yang akan dilakukan guru besar UIN Azyumardi Azra. Alasannya solidaritas korban Covid-19

ft.com
Azyumardi Azra. Guru Besar UIN Syarif Hidayatullah itu menyatakan akan golput saat pilkada serentak Desember 2020 mendatang. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Desakan agar Pilkada serentak ditunda terus bergulir, meski pemerintah sudah menyampaikan akan menolaknya.

Terbaru adalah sikap golput yang akan dilakukan guru besar UIN Azyumardi Azra.

Ia memutuskan akan menjadi golput atau tak memilih dalam perhelatan Pilkada Serentak 2020.

Isu Pilkada Serentak Ditunda, Benyamin Davnie Tegaskan Sikap : Saya Tidak Setuju

Keluarkan Maklumat, Kapolri Larang Konvoi dan Arak-arakan Massa Saat Tahapan Pilkada Serentak

Alasannya sebagai bentuk solidaritas bagi mereka yang meninggal dunia karena virus corona (Covid-19).

"Saya golput Pilkada 9 Des 2020 sebagai ungkapan solidaritas kemanusiaan bagi mereka yang wafat disebabkan wabah korona atau terinfeksi Covid-19. Pilkada di masa pandemi yg terus meningkat sekarang tanpa ada tanda pelandaian juga sangat membahayakan kesehatan pemilih...."

Prof Dr Azyumardi Azra MA CBE lahir di Lubuk Alung, Padang Pariaman, Sumatra Barat, 4 Maret 1955 (65 tahun[).

Ia adalah akademisi Muslim asal Indonesia.

Azyumardi terpilih sebagai Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta pada 1998 dan mengakhirinya pada 2006.

Pada tahun 2010, dia memperoleh titel Commander of the Order of British Empire, sebuah gelar kehormatan dari Kerajaan Inggris.

Pelatih Bima Sakti Mulai Kumpulkan Pemain Timnas U-16

Sikap Ganjar Pranowo

Sementara itu Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo meminta pemerintah pusat menganalisis dan mempertimbangkan usulan sejumlah pihak tentang penundaan Pilkada Serentak 2020.

Menurut Ganjar, jika dipaksakan, Pilkada Serentak di tengah pandemi saat ini memang sangat berbahaya.

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. (dok. Humas Pemprov Jateng)

Sebelumnya, usulan penundaan Pilkada Serentak 2020 terus digaungkan.

Setidaknya, dua organisasi keagamaan besar di Indonesia, yakni PBNU dan Muhammadiyah secara tegas meminta pemerintah menunda pelaksanaan Pilkada Serentak karena dinilai dapat membahayakan masyarakat.

Awasi Warga dan Pelaku Usaha, Pemkot Depok Kerahkan Puluhan Personel Satpol PP di Tiap Kecamatan

"Iya, silahkan dari Kementerian, Pemerintah Pusat, KPU, Bawaslu untuk menganalisis dan memperhitungkan. Memang kalau kita melihat di daerah zona merah, ini (Pilkada Serentak) sangat berbahaya," kata Ganjar usai mengikuti rapat Paripurna bersama DPRD Jateng, Senin (21/9/2020).

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved