Kamis, 9 April 2026

Sekda DKI Meninggal

Pengkritik Upacara Pelepasan Jenazah Saefullah Dinilai Terlalu Lebay

Pengkritik upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah dinilai terlalu lebay atau berlebihan.

Penulis: Fitriyandi Al Fajri |
Wartakotalive.com/photocapture youtube pemprov dki
Ambulans yang membawa almarhum Sekda DKI Saefullah meninggalkan Balai Kota DKI setelah dilakukan upacara singkat yang dipimpin Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, Rabu (16/9/2020) sekitar pukul 15:00 WB. 

WARTAKOTALIVE.COM, GAMBIR - Legislator DKI Jakarta menilai pengkritik upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah terlalu lebay atau berlebihan.

Sebab upacara yang digelar pada Rabu (16/9/2020) itu, mengikuti protokol kesehatan misalnya wajib memakai masker dan menjaga jarak.

Ketua Komisi A DPRD DKI Jakarta Mujiyono mengatakan, tidak ada protokol kesehatan yang dilanggar Pemprov DKI Jakarta dalam upacara itu.

Begini Alasan Pemprov DKI Jakarta Gelar Upacara Pelepasan Jenazah Sekda Saefullah

Jenazah Saefullah juga tidak dikeluarkan dari dalam peti yang ada di mobil jenazah.

Bahkan, kata dia, sopir jenazah yang lengkap memakai alat pelindung diri (APD) juga tidak turun atau keluar dari mobil.

Setibanya di Balai Kota, mobil langsung berhenti di halaman dan upacara seketika digelar dengan waktu yang singkat.

“Jadi, menurut saya wajar dan layak diadakan upacara pelepasan jenazah untuk pak Sekda,” kata Mujiyono saat dihubungi pada Jumat (18/9/2020).

Menurutnya, upacara itu digelar sebagai bentuk penghormatan terakhir kepada Saefullah selaku orang nomor tiga di Pemprov DKI Jakarta.

Dia juga menyandang sebagai aparatur sipil negara (ASN) tertinggi di lingkungan Pemprov DKI.

“Sekda itu orang baik, lalu dekat dengan semua kalangan dan menjadi ‘kunci’ ASN di DKI lah karena menjadi pegawai dengan eselon tertinggi,” ujar Mujiyono.

“Beliau juga menjadi Sekda mendampingi empat gubernur, itu bukan perkara mudah. Lagi pula upacara digelar sebentar, kan nggak ada yang tertular. Jadi nggak usah terlalu lebay atau dibesar-besarkanlah,” tambahnya.

Dia menjelaskan, upacara itu juga digelar atas pertimbangan dokter yang menangani Covid-19. Karena itu, dia meyakini tidak ada akan ada penularan virus Covid-19 dari mobil jenazah kepada ASN yang hadir dalam upacara.

“Kalau dengan cara itu (upacara) dianggap menularkan orang, nanti di jalan raya saat mobil jenazah melaju malah nularin ke orang lain juga dong,” jelasnya.

Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta dikritik karena menggelar upacara penghormatan dan pelepasan jenazah Sekretaris Daerah DKI Jakarta Saefullah yang meninggal dunia akibat Covid-19.

Proses upacara itu digelar di Balai Kota DKI Jakarta pada Rabu (16/9/2020) petang.

Sumber: WartaKota
Halaman 1/4
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved