Breaking News:

Berita Nasional

Ahok Ingin Proyek Kilang Minyak Diaudit, Begini Komentar Pertamina soal Kilang dan Utang

PT Pertamina merespons kritik Ahok terkait keinginan untuk audit terhadap banyaknya investor yang tertarik kepada perusahaan migas plat merah itu.

Twitter
Ahok mengaku emosi dengan sejumlah kebijakan utang di Pertamina untuk membeli ladang minyak. 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Setalah menduduki posisi sebagai Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok alias BTP terus "menggebrak".

BTP, seperti karakter aslinya yang sangat dikenal publik, mulai membuka secara terang-terangan satu per satu kondisi yang ada di dalam tubuh salah satu BUMN "gemuk" itu.

Kritik Ahok yang sangat keras di antaranya, ia menyoroti direksi yang sudah dicopot (tidak memegang jabatan) tapi masih digaji besar, termasuk usul agar Kementerian BUMN dibubarkan saja.

Video: Respons Ahok Bila Dicalonkan Menjadi Presiden

PT Pertamina (Persero) merespons kritik Komisaris Utama Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait keinginan untuk audit terhadap banyaknya investor yang tertarik kepada perusahaan minyak dan gas (migas) plat merah tersebut.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fajriyah Usman kepada Antara di Jakarta, Kamis (17/9/2020), menyatakan, direksi telah melakukan banyak perbaikan dan hal positif melalui eksplorasi aset migas dalam negeri dan luar negeri, peningkatan produksi, pembangunan kilang, maupun inovasi di hilir untuk memastikan BBM dan LPG sampai dan tersalurkan ke seluruh Indonesia.

Ahok Usul Dibubarkan Saja, Ini Respon Kementerian BUMN soal Pertamina

Ahok Gencar Kritisi Tajam Kondisi Pertamina, Begini Kata Pengamat

“Untuk mewujudkan aspirasi pemegang saham, direksi perlu melakukan corporate action dalam rangka pertumbuhan perusahaan dan juga memastikan ketahanan energi nasional,” katanya.

Menanggapi kritik Ahok soal utang Pertamina, Fajriyah menjelaskan bahwa untuk menjalankan target dan program perusahaan, Pertamina membutuhkan pendanaan baik dari dana internal perusahaan maupun eksternal yang dilakukan hati-hati dan profesional.

Dari sisi besaran rasio, misalnya debt to EBITDA dan debt to equity , kata dia, tetap dijaga, tetap diupayakan dalam kontrol yang wajar sebagai perusahaan yang sehat.

“Aspek keuangan ini juga dimonitor oleh Dewan Komisaris dan Kementerian BUMN sebagai pemegang saham. Begitu pula mekanisme yang dilakukan tetap mengacu pada regulasi yang ada,” tegasnya.

Ahok: Gaji di Pertamina Tidak Masuk Akal, Usul Bubarkan Saja Kementerian BUMN

Halaman
123
Editor: Hertanto Soebijoto
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved