Virus Corona Jabodetabek

Tarik Rem Darurat, Anies Baswedan Didesak Siapkan GOR untuk Tampung Pasien Covid-19

Fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Warta Kota/Fitriyandi Al Fajri
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengumumkan rencana pembukaan kembali bioskop di Jakarta setelah melakukan konsultasi dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di Kantor Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Jakarta Timur, Rabu (26/8/2020) pagi. 

WARTAKOTALIVE, GAMBIR - Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta mendesak Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyiapkan fasilitas tambahan berupa Gelanggang Olahraga Remaja (GOR), untuk menampung pasien Covid-19.

Fasilitas ini bisa dimanfaatkan untuk menunjang kebutuhan tempat tidur isolasi pasien Covid-19 tanpa gejala.

Ketua Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta Wibi Andrino mengatakan, penggunaan GOR sebagai tempat isolasi mandiri merupakan pilihan alternatif, mengingat ruang tidur isolasi semakin menipis.

Ditanya Apakah Bersedia Dicalonkan Jadi Presiden, Ahok: Yang Pasti Partai Saya PDIP

Keberadaan GOR juga diyakini mengurangi potensi penularan Covid-19 antara pasien dengan keluarganya, terutama bagi warga yang rumahnya tidak cukup luas untuk menjalani isolasi mandiri.

“Kami mendesak untuk segera menyiapkan tempat-tempat isolasi mandiri ukuran besar seperti di GOR."

"Sehingga bisa mengurangi daya tampung penggunaan rumah sakit rujukan dan penularan di permukiman padat,” kata Wibi lewat keterangan tertulis, Kamis (10/9/2020).

Tolak Permohonan Anies Baswedan, Menteri PUPR: Bemo Saja Tidak Boleh Masuk Tol, Apalagi Sepeda

Wibi mengatakan, Pemprov DKI Jakarta harus tetap melibatkan rumah sakit swasta sebagai mitra dalam menghadapi Covid-19 di Ibu Kota.

Bahkan, Pemprov DKI juga harus memberikan subsidi kepada rumah sakit tersebut dari sisi pembiayaan pasien, terutama bagi yang tidak bekerja sama dengan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

“Kami pahami rumah sakit swasta yang bukan rekanan dari BPJS Kesehatan, mengenakan biaya dengan harga cukup mahal, sehingga sangat memberatkan warga Jakarta,” papar Wibi.

Lewat We Are the Future, SOS Children’s Villages dan Allianz Cetak Anak Muda Indonesia Siap Kerja

Meski demikian, persoalan itu bisa diselesaikan bila pemerintah daerah mau memakai alokasi belanja tidak terduga (BTT) sebesar Rp 5,03 triliun, untuk penanggulangan Covid-19 di Jakarta.

“Dari anggaran itu bisa diberikan subsidi kepada rumah sakit swasta agar tetap menerima pasien Covid-19 yang tidak rekanan dengan BPJS Kesehatan,” paparnya.

Dalam kesempatan itu, Wibi mendukung kebijakan Pemprov DKI Jakarta yang menarik kebijakan rem darurat pada Rabu (9/9/2020) malam, dengan mengembalikan seperti PSBB seperti awal pandemi. Kebijakan ini mulai berlaku pada Senin (14/9/2020) mendatang.

Mantan Hakim MK Usulkan KPK Naik Level Jadi Organ Konstitusi Agar Tak Terus Dilemahkan

“Kita tahu rumah sakit rujukan sudah hampir penuh, dan ini menjadi fokus utama gubernur karena khawatir ada penumpukan di rumah sakit."

"Kami mohon kepada pengertian warga DKI untuk memahami kondisi sekarang yang amat darurat,” ucapnya.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved