Senin, 4 Mei 2026

Pilkada Serentak

Pilkada 2020, Bawaslu Khawatir Virus Corona: Deg-degan Ini Kita

Diakui Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, khawatir dengan wabah virus corona atau Covid-19.

Tayang:
Editor: PanjiBaskhara
Kolase Wartakotalive.com
Pilkada Virus Corona 

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - Diakui Anggota Bawaslu RI Rahmat Bagja, khawatir dengan wabah virus corona atau Covid-19.

Hal tersebut dikatakannya, lantaran mengingat akan banyaknya anggota Bawaslu di daerah yang kini mengalami positif virus corona.

Rahmat Bagja juga khawatir dengan penyelenggaraan Pilkada 2020 yang pemungutan suaranya sedianya digelar pada Desember 2020.

Dia pun menyampaikan pengalamannya ketika harus berkunjung ke daerah-daerah untuk melakukan supervisi.

Banyak Pasangan Bakal Calon Bawa Massa, Bawaslu Buka Opsi Rekomendasikan Tunda Pilkada 2020

TERUNGKAP, Seluruh Calon Bupati Sukabumi Langgar Protokol Kesehatan, Ini Kata Bawaslu

Banyak Kerumunan saat Pendaftaran, Kemendagri Usulkan agar KPU, Bawaslu Diskualifikasi Bapaslon

Menurutnya banyak anggota Bawaslu yang kurang memperhatikan protokol kesehatan.

Masih banyak anggota Bawaslu di daerah, kata Bagja, yang masih mengajak berjabat tangan atau bahkan cipika-cipiki.

Hal itu disampaikan Bagja dalam Seminar Nasional bertajuk Hukum Acara Penyelesaian Sengketa Pemilu di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual yang digelar NLDC Indonesia dan HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Indonesia pada Minggu (6/9/2020).

"Jadi kalaulah mau lah dilihat deg-degannya hati kami, jantungnya Bawaslu ini. Kalau dibuka deg-degan ini kita"

"Karena pada 2020 ini pada saat pandemi ada teman-teman penyelenggara yang terkena, positif covid-19 di salah satu kabupaten kota"

"Sudah besar. Sudah sekitar 30 orang, Bawaslu sendiri. Positif covid-19, sudah diswab," kata Bagja.

Selain itu, Bagja juga khawatir dengan proses distribusi logistik pada penyelenggaran Pilkada 2020.

Menurutnya, merujuk penyelenggaran Pikkada 2019 banyak persoalan antara lain terlambatnya pembukaan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Karena, di antaranya ada permasalahan pada distribusi logistik meski pekerjaan distribusi logistik pada Pilkada 2020 tidak sebanyak Pilkada 2019.

"Kami deg-degan juga di bulan Desember tahun 2020 ini. Kenapa? Indonesia itu dari Sabang sampai Merauke. Dari Sangihe, Talaud, sampai Pulau Rote. Itu sangat sulit untuk distribusi logistik"

"Itu juga faktor-faktor yang kami kemudian mengusulkan ke KPU meminta seluruh alat transportasi digunakan teman-teman militer dan juga Polisi juga dipakai dalam penyebaran distribusi logistik agar tidak juga terjadi permasalahan distribusi logistik pada 2019 lalu," kata Bagja.

Bawaslu Buka Opsi Rekomendasikan Tunda Pilkada 2020

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengaku kaget dan prihatin terhadap pasangan calon di Kabupaten Bulukumba yang membawa massa, ketika mendaftar ke KPU di tengah pandemi Covid-19.

Bagja juga mengingatkan partai politik agar mematuhi protokol covid-19.

Hal itu disampaikan Bagja dalam Seminar Nasional bertajuk Hukum Acara Penyelesaian Sengketa Pemilu di Masa Pandemi Covid-19 secara virtual yang digelar NLDC Indonesia dan HMI Komisariat Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Minggu (6/9/2020).

"Yang paling bikin kita kaget ya tadi, kemarin, dua hari ini, itu ngaget-ngagetin saja."

"Pasangan calon bawa massa, ya Allah."

"Ada gambar di Bulukumba misalnya, ini sudah tidak bisa terbayangkan lagi."

"Ini jadi keprihatinan kami lah."

"Dan juga kami mengingatkan kepada parpol agar mematuhi protokol Covid-19," tutur Bagja.

Bahkan, kata Bagja, jika masih banyak masyarakat tidak mematuhi protokol Covid-19 dalam Pilkada 2020 yang tahapan pemungutan suara sedianya digelar pada Desember nanti.

Maka, Bawaslu akan mengajukan rekomendasi untuk menunda tahapan.

Ia tidak bisa membayangkan jika nanti Pilkada 2020 masuk masa kampanye.

Menurutnya, akan sangat sulit mengendalikan massa untuk patuh terhadap protokol Covid-19.

"Bahkan kalau seperti ini bisa kemudian ada usulan untuk menunda tahapan."

"Kalau seperti ini, kalau tidak patuh, menurut saya ke depan Bawaslu harus memikirkan opsi untuk menunda, rekomendasi untuk menunda tahapan, jika seperti ini."

"Jika tidak mematuhi protokol covid-19," papar Bagja.

Tidak hanya itu, menurutnya jika kondisi ke depan akan seperti itu juga, maka kepolisian terpaksa harus membubarkan massa meski hal itu tidak diharapkannya.

"Jika seperti ini, keselamatan itu yang paling utama menjadi pilihan kita. Kenapa?"

"Karena kalau seperti ini, rumah sakit sudah penuh dan lainnya."

"Kita tidak bisa membayangkan demokrasi bisa dijalankan dengan penyelenggara yang positif Covid, kemudian juga pasangan calon yang positif Covid, ya sudah bubrah negara."

"Jadi itu faktor bahayanya. Dan menurut saya ini yang harus kita sadari bersama," ucap Bagja.

Berikut ini sebaran kasus Covid-19 di Indonesia per 6 September 2020, dikutip Wartakotalive dari laman covid19.go.id:

DKI JAKARTA

Jumlah Kasus: 46.333 (23.9%)

JAWA TIMUR

Jumlah Kasus: 35.634 (18.4%)

JAWA TENGAH

Jumlah Kasus: 15.351 (7.9%)

SULAWESI SELATAN

Jumlah Kasus: 12.684 (6.5%)

JAWA BARAT

Jumlah Kasus: 12.505 (6.4%)

KALIMANTAN SELATAN

Jumlah Kasus: 8.760 (4.5%)

SUMATERA UTARA

Jumlah Kasus: 7.633 (3.9%)

BALI

Jumlah Kasus: 6.212 (3.2%)

KALIMANTAN TIMUR

Jumlah Kasus: 5.129 (2.6%)

SUMATERA SELATAN

Jumlah Kasus: 4.675 (2.4%)

PAPUA

Jumlah Kasus: 4.074 (2.1%)

SULAWESI UTARA

Jumlah Kasus: 4.002 (2.1%)

BANTEN

Jumlah Kasus: 3.187 (1.6%)

NUSA TENGGARA BARAT

Jumlah Kasus: 2.847 (1.5%)

SUMATERA BARAT

Jumlah Kasus: 2.751 (1.4%)

KALIMANTAN TENGAH

Jumlah Kasus: 2.740 (1.4%)

RIAU

Jumlah Kasus: 2.585 (1.3%)

GORONTALO

Jumlah Kasus: 2.186 (1.1%)

MALUKU

Jumlah Kasus: 2.144 (1.1%)

ACEH

Jumlah Kasus: 2.023 (1.0%)

MALUKU UTARA

Jumlah Kasus: 1.887 (1.0%)

SULAWESI TENGGARA

Jumlah Kasus: 1.706 (0.9%)

DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA

Jumlah Kasus: 1.557 (0.8%)

KEPULAUAN RIAU

Jumlah Kasus: 1.182 (0.6%)

PAPUA BARAT

Jumlah Kasus: 908 (0.5%)

KALIMANTAN BARAT

Jumlah Kasus: 704 (0.4%)

LAMPUNG

Jumlah Kasus: 452 (0.2%)

KALIMANTAN UTARA

Jumlah Kasus: 443 (0.2%)

SULAWESI BARAT

Jumlah Kasus: 419 (0.2%)

BENGKULU

Jumlah Kasus: 391 (0.2%)

JAMBI

Jumlah Kasus: 304 (0.2%)

SULAWESI TENGAH

Jumlah Kasus: 252 (0.1%)

KEPULAUAN BANGKA BELITUNG

Jumlah Kasus: 243 (0.1%)

NUSA TENGGARA TIMUR

Jumlah Kasus: 206 (0.1%).

(Tribunnews.com/Gita Irawan)

Sebagian artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul "Banyak Anggota di Daerah Positif Covid-19, Bawaslu RI Khawatir Pilkada Digelar Desember 2020"

Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di

Komentar

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved