Kesehatan

Diet yang Sehat Umumnya Bisa Turunkan Berat 0,5 Kg Per Minggu

Tidak semua diet bisa diterapkan sama untuk semua orang. Pasalnya tiap orang punya kondisi yang berbeda-beda.

Penulis: LilisSetyaningsih | Editor: Feryanto Hadi
everyday health
Ilustrasi pola makanan mediterania yang terdiri atas sayuran, buah, dan ikan. 

WARTAKOTALIVE.COM,  JAKARTA – Di era informasi yang deras saat ini, informasi tentang cara menurunkan berat badan bisa mudah didapat.

Terutama cara yang instan. Namun  perlu kehati-hatian menyikapi  informasi ini. Pasalnya, tidak semua diet cocok untuk tubuh kita.

Sebaiknya, untuk menurunkan berat badan yang sehat dan tentunya terhindar dari penyakit sangat disarankan untuk konsultasi ke dokter.

Apalagi yang sudah memiliki penyakit kronis seperti jantung, ginjal, dan diabetes.

Ini 5 Mitos Diet yang Menyesatkan, Jangan Terjebak

Harus hati-hati bila ingin menurunkan berat badan.

“Sebenarnya diet itu tidak hanya untuk orang gemuk saja tapi untuk  semua orang. Diet itu intinya pengaturan makan agar tetap sehat dan terhindar dari penyakit,” ujar dr Yustina Anie SpGK dari RS St Carolus Summarecon Serpong,  yang dihubungi Wartakotalive.com, Kamis (27/8/2020).

Ia  menjelaskan, tidak semua diet bisa diterapkan sama untuk semua orang. Pasalnya tiap orang punya kondisi yang berbeda-beda.

Namun, secara umum diet yang diterapkan adalah diet seimbang, artinya dalam setiap makanan yang dikonsumsi mengandung unsur-unsur zat gizi yakni karbohidrat, protein, lemak, serat, vitamin dan mineral.

 “Mengurangi berat badan dengan mengurangi kalori, lemak, dan menambah serat, memperbaiki pola makan, pola hidup, itu beda-beda untuk tiap orang. Apalagi yang punya penyakit jantung, ginjal, diabetes variasinya  beda.  Tapi secara umum  dengan gizi seimbang dan aktivitas fisik,” katanya.  

Dokter Yustina menjelaskan,  diet yang sehat patokannya tergantung dari  kondisi orang tersebut apakah sehat, atau ada penyakit tertentu.

Tya Ariestya Berbagi Cerita Soal Program Dietnya, Siapa Tahu Bisa Anda Ikuti

Umumnya penurunannya maksimal 20 persen secara bertahap atau rata-rata penurunan  0,5 kg per minggu. 

Tiap bulan dievaluasi apakah kolesterol tinggi, lemaknya, sehingga harus  mengurangi lemak, rendah kalori.

Apakah ada perbaikan atau tidak, dan  orang tersebut harus patuh pola makan harian  yang sudah diatur dan grafik penurunan berat badan yang akan dicapai.

Semua itu dilakukan agar diet yang dilakukan tidak sekedar turun saja.

“Sebaiknya penurunan berat badan harus konsultasi ke dokter. Tidak boleh ngasal apalagi yang sudah obesitas diatas 100 kilogram."

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved