Berita Jakarta
Berikut Ini Alasan DKI Keukeuh Pinjam Ruas Tol untuk Pesepeda Balap
Adapun ruas tol yang diminta adalah tol layang lingkar dalam Jakarta Wiyoto-Wiyono ruas Cawang-Tanjung Priok setiap hari Minggu dari pukul 06.00-09.00
Penulis: Fitriyandi Al Fajri | Editor: Feryanto Hadi
"Jika hanya latihan bisa menggunakan Velodrome Rawamangun, kenapa harus menggunakan tol, yang terlalu riskan dan bahaya bagi pesepeda, di jalan umum saja saya banyak melihat kecelakaan yang terjadi antara pesepeda dan pengendara roda dua atau roda empat, apalagi ini di jalan tol. kesadaran masyarakat kita dalam menaati rambu rambu lalu lintas masih sangat rendah," kata Kent.
Komunitas pesepeda Brompton menolak
Komunitas Bogas (Brompton Owners Kelapa Gading dan sekitarnya) tidak setuju dengan usulan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang menginginkan sepeda masuk jalan tol dalam kota.
Ketua Bogas Chriswanto mengatakan, Bogas sangat menghargai upaya Pemprov DKI Jakarta dalam memanjakan pesepeda untuk mengurangi kemacetan serta demi langit yang biru.
Namun demikian, usulan agar sepeda jenis road bike diperbolehkan masuk jalan tol dalam kota sangat tidak beralasan.
Video: Pemprov DKI Tiadakan 32 Jalur Khusus Pesepeda
Pasalnya, keselamatan para pesepeda menjadi ancaman tersendiri.
“Dari segi keselamatan rasanya space tidak mungkin dibuat jalur khsus sepeda yang terpisah dengan aman seperti Tol Suramadu,” katanya, melalui keterangan tertulis, Kamis (27/8/2020).
Selain itu apabila ada kendaraan seperti truk yang mogok, tentunya akan membuat kemacetan luar biasa akibat bottle neck jalur yang jadi sempit seiring kebijakan sepeda masuk jalan tol.
• Megawati: Kalau Saya Dengar Ada Kader yang Melakukan Kekerasan pada Perempuan, Saya Pecat
• Kasus Penembakan di Kelapa Gading, Eksekutor Sempat Nongkrong di Warung Depan Ruko Korban
Chriswanto mengatakan, kebijakan tersebut juga dapat menimbulkan kecemburuan sosial. Pasalnya pesepeda belakangan mendapatkan banyak keistimewaan oleh Pemprov DKI Jakarta.
“Dengan jalur sepeda yang semakin masif pertumbuhannya belakangan ini saja, banyak pemotor yang antipati terhadap pesepeda,” ungkap Chriswanto.
Ditambah lagi dari segi ekonomi, pengurangan satu ruas jalan tol berarti mengurangi kapasitas muat kendaraan roda empat atau lebih di jalan tol yang berarti berkurangnya pendapatan.
“Kami berharap ada solusi lain dari pemerintah untuk para pesepeda yang lebih cocok diterapkan di ibukota tercinta ini,” tutup Chriswanto.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/wartakota/foto/bank/originals/jokowi-bersepeda-lipat.jpg)