Breaking News:

Bisnis

Gelar RUPSLB, ASSA Setujui Rencana Rights Issue, Ini Beragam Lini Bisnisnya Sejak Berdiri Tahun 2003

“ASSA menargetkan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,13 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham..."

Penulis: Hironimus Rama | Editor: Fred Mahatma TIS
Dok. ASSA
Jajaran direksi ASSA (kiri ke kanan): Hindra Tanujaya (Director), Jany Candra (Director), Drs. Prodjo Sunarjanto Sekar Pantjawati (President Director), Erida G Djuhandi (President Commissioner), Prof. Dr. Lindawati Gani (Independent Commissioner), Hertanto Mangkusasono (Commissioner) Tjoeng Suyanto (Director) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (19/8/2020). 

Salah satu lini bisnisnya, Anteraja, memiliki layanan yang berbeda dari kompetitor, yaitu penjemputan produk di tempat pengirim atau penjual dalam waktu yang cepat, tanpa minimum barang yang dijemput.

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA - PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) memperoleh persetujuan untuk melakukan aksi korporasi berupa Penambahan Modal dengan Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau Rights Issue dari pemegang saham.

Hal ini diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar Rabu (19/8/2020).

“Kami berharap aksi korporasi berupa rights issue ini dapat berkontribusi pada peningkatan pendapatan usaha dan nilai aset Perseroan sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi para pemegang saham," kata Presiden Direktur ASSA Prodjo Sunarjanto dalam keterangan tertulis, Rabu (19/8/2020).

Freja House Habis Terjual, Sinar Mas Land Luncurkan Freja Suites dengan Fasilitas Smart Furniture

Selain Momentum Menjaga Toleransi, Pengacara Togar Situmorang: Ini 3 Makna Spesial Tahun Baru Islam

Dia melanjutkan, jika semua berjalan sesuai rencana, dana hasil aksi korporasi ini nantinya juga akan digunakan untuk memperbesar kapasitas bisnis kurir (express courier) melalui Anteraja dan juga Titipaja sebagai inisiatif terbaru dalam mewujudkan fasilitas e-fulfillment menuju end-to-end logistics.

“ASSA menargetkan untuk menerbitkan sebanyak-banyaknya 1,13 miliar lembar saham baru dengan nilai nominal sebesar Rp 100 per saham yang terbit dari hasil penukaran obligasi konversi,” sambung Prodjo.

Dana yang diperoleh dari aksi korporasi ini akan digunakan untuk pengembangan anak usaha Perseroan.

Pastikan Tidak Terpapar Corona, Camat Cibitung Bersama Anak Buahnya Lakukan Swab Test PCR

Tahun Baru Islam 1442 H, Yayasan Yatim Inayatul Abna Bintara Kota Bekasi Gelar Sunatan Massal

Lebih lanjut, Prodjo menjelaskan, jika pemegang saham tidak melakukan haknya, maka kepemilikan sahamnya akan terdilusi maksimal sebesar 25%.

Rencana rights issue ini akan dilaksanakan oleh ASSA setelah mendapatkan pernyataan efektif dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Perseroan juga telah menyetujui perubahan sususan Dewan Komisaris Perseroan atas wafatnya (Alm.) Thomas Honggo Setjokusumo selaku Komisaris Independen Perseroan pada tanggal 17 Januari 2020.

Laporan Militer AS: Korea Utara Diyakini Punya 60 Bom Nuklir dan 2.500-5.000 Ton Senjata Kimia

Kim Jong Un Jadi Sorotan Lagi, Perintahkan Sita Anjing Peliharaan dan Bawa ke Restoran untuk Dimasak

Beragam lini bisnis

Sebagai informasi, ASSA didirikan pada 22 Januari 2003 dengan mengawali bisnisnya dari penyewaan kendaraan dengan jaringan nasional.

Seiring dengan waktu, perusahaan tumbuh dan memiliki berbagai lini bisnis antara lain: bidang jasa penyewaan kendaraan, jasa lelang kendaraan, jasa penyediaan juru mudi, dan layanan logistik yang mengarah kepada end-to-end logistics.

Pada tahun 12 November 2012, ASSA mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia dengan melakukan IPO
dan melepas 40,03% sahamnya ke masyarakat.

Halaman
12
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved