Breaking News:

Kriminalitas

Polisi Dalami Dugaan Adanya Aktor Intelektual di Balik Kelompok Anarko yang Ditangkap saat Aksi Demo

Dari tangan mereka disita beberapa botol dan sapu tangan yang diduga hendak dijadikan bom molotov, serta beberapa kaos hitam bergambar simbol anarko.

Warta Kota/ Budi Sam Law Malau
Polisi menggelar jumpa pers penangkapan tujuh orang yang diduga berencana membuat kerusuhan saat demo di depan gedung MPR/DPR diamankan Polda Metro. Lima diantaranya adalah kelompok Anarko Sindikalis. 

WARTAKOTALIVE.COM, SEMANGGI--Polda Metro Jaya menahan 7 orang dari 186 orang yang diamankan karena diduga hendak rusuh dalam aksi di depan Gedung MPR/DPR, Jumat (14/8/2020)

Dari 7 orang yang diamankan itu, 5 orang adalah bagian kelompok Anarko Sindikalis. Dimana satu diantaranya adalah perempuan.

Dari tangan mereka disita beberapa botol dan sapu tangan yang diduga hendak dijadikan bom molotov, serta beberapa kaos hitam bergambar simbol anarko.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan pihaknya terus mendalami kasus ini dari 7 orang yang masih ditahan.

"Dan kami akan mencari terus apakah memang ada yang memerintahkan mereka atau mereka murni datang ke sana sendiri. Kita juga dalami untuk melihat apakah mereka ini dibayar oleh seseorang atau seperti apa," kata Yusri di Mapolda Metro Jaya, Sabtu (15/8/2020).

Dua Pendemo Diamankan karena Kedapatan Bawa Molotov, Diduga Anggota Anarko Sindikalis

Ratapi Jerinx SID yang Kini Dipenjara, Nora Alexandra Renungkan Misteri Angka 12 dalam Hidupnya

Polisi sita barang bukti dari beberapa oknum demonstran menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Polisi menyebut, beberapa orang yang ditangkap merupakan anggota anarko.
Polisi sita barang bukti dari beberapa oknum demonstran menolak pengesahan RUU Omnibus Law Cipta Kerja. Polisi menyebut, beberapa orang yang ditangkap merupakan anggota anarko. (Warta Kota/ Budi Sam Law Malau)

Selain itu kata Yusri pihaknya juga mendalami dari bukti-bukti yang ada dan didapat polisi.

"Kita dapati di HP nya ini ada perencanaan mereka dan kelompok mereka sempat merapatkan untuk rusuh. Ini masih terus kita lakukan pendalaman dari tim penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya," kata Yusri.

Ssbelumnya Yusri menjelaskan bahwa pihaknya sempat mengamankan sebanyak 186 orang pendemo di depan Gedung MPR/DPR yang diduga hendak melakukan kerusuhan, Jumat (14/8/2020).

Sampai Sabtu (15/8/2020) dari 186 orang itu, sebanyak 179 sudah dipulangkan setelah didata karena tidak terbukti hendak melakukan tindak pidana.

Polda Metro Jaya: Hadi Pranoto Sakit Beneran

Kecewa karena Tidak Diizinkan Menikah Lagi, Suami Murka dan Bacok Istrinya

Sementara 7 orang lainnya masih ditahan, dimana satu orang diantaranya adalah perempuan.

Halaman
123
Penulis: Budi Sam Law Malau
Editor: Feryanto Hadi
Sumber: Warta Kota
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved